Playing with nature, First Outbond Qisya di Wisata Hutan Pinus

“nature is the best playground”

Bagiku quote tersebut benar adanya. Alam mengajarkan kita banyak hal saat kita menjadi dewasa terlebih lagi saat masa kanak kanak. dan alam adalah tempat bermain sekaligus belajar yang terbaik.

Beberapa waktu yang lalu dengan sengaja saya mengikutsertakan qisya yang saat itu berusia 3,2 tahun dalam acara rekreasi outbond yang diselenggarakan sekolahnya dalam rangka perpisahan untuk murid – murid TK, tentu saja dengan mama sebagai pendampingnya turut serta.

Hal yang menjadi motivasi adalah agar ia pun merasakan bagaimana bermain dengan alam. Teringat masa kecil saya yang sangat identik dengan alam, sungai, tumpukan jerami, persawahan dan lain sebagainya dimana saat ini sudah jarang untuk ditemui, terlebih oleh Qisya. Dengan motivasi tersebut membuat saya semangat untuk mengikutsertakannya. Kegiatan Outbond ini diselenggarakan di wisata alam pohon pinus didaerah songgon, banyuwangi selatan, yang baru – baru ini menjadi salah satu tempat destinasi wisata di banyuwangi. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Playgroup menjadi Pilihan

sumbergambar : Dreamstime.com

Playgroup aka kelompok bermain,

Sebenarnya tidak pernah terfikir oleh kami akan memasukkan qisya ke playgroup, karena pada awalnya aku dan suami sepakat untuk menghomeschooling qisya sendiri sebelum usia TK dan baru memasukkannya ke sekolah di usia 5 tahunnya di Taman Kanak – Kanak nanti. kami berusaha melakukan stimulasi – stimulasi secara optimal dirumah karena kami tidak ingin melewatkan masa Golden Age nya. Bagi  kami, usia balita adalah masa emas untuk pembentukan karakter dan mental anak. Atau yang biasa dikenal dengan istilah “golden age”. Menurut para ahli pada usia ini, kecerdasan seorang anak berkembang sangat pesat sesuai dengan pola pengasuhan dan pengajaran yang diterimanya dalam keluarga. Seperti yang kita tahu, Sumber awal pendidikan bagi seorang anak adalah dari rumah ( keluarga ) sehingga sudah menjadi kewajiban untuk orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah sebagai sarana belajar utama yang menyenangkan.

Dan  seperti yang kami yakini jika orang tua mampu memberikan stimulasi optimal dan pendidikan pra sekolah di rumah, maka playgroup tidak begitu dibutuhkan. Ya meski kami bekerja, kami berusaha kompak dalam memberi perhatian dan stimulasi untuk anak. Satu tahun pertama, dua tahun pertama, tidak masalah, pernah juga saya share pengalaman dan materi tentang homeschooling qisya diSINI. di tiga tahun pertama, homeschooling kami masih berjalan materinya mulai berkembang lebih ke arah pembentukan karakter, kami mengadaptasi materi dari berbagai sumber, yang jelas materinya benar – benar sesuai untuk anak usia dini, kami memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan, namun disini kami mendapat kesulitan yang tidak kami sangka – sangka, ketika Qisya mulai membutuhkan Teman. Baca lebih lanjut

[Qisya On Vacation ] Masjid Turen & Kota Batu Part II

jatimparkII

Ini malam ketiga long weekend ku, setelah beberapa pekan tidak mendapat libur yang sebenarnya, anakku yang imut sudah tidur sejak pukul 18.00 tadi, karena seharian enggak tidur sama sekali, tumben – tumbenan ajah, aku anggap rezeki karena akhirnya aku punya banyak waktu didepan layar sebelum kantuk benar – benar menyerang. Jadi keinget blog tersayangku yang udah lama vakum  postingan hihi, yess mari menulis, kali ini aku awali dengan menulis moment saat qisya berlibur kedua kalinya di kota Batu yang sejuk, meski liburannya sudah terlewat jauh tak masalah ya baru bisa berbagi cerita sekarang, sepulang dari liburan januari kemarin, aktivitas padat merayap , tiap mau ngeblog di tengah malam udah kalah telak ama kantuk hebat haha. dannnnn, this my time. *ketip mata Baca lebih lanjut

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang ( Pengalaman Mulai Perawatan Saluran Akar (edodontik) hingga Cabut Gigi )

sourcepic: colourbox.com

sourcepic: colourbox.com

Diawali dengan judul diatas mungkin sudah bisa menjelaskan apa yang akan saya share di blog kali ini, yak tentang pengalaman seputar gigi yang telah saya alami. Sebagai prolog nya, cukup dengan kalimat. Jangan sepelekan gigi berlubang!!! Gigi adalah salah satu anugrah penting dalam tubuh kita. Jika kita merasa bahwa gigi hanya merupakan bagian kecil dari tubuh kita itu adalah hal yang salah, gigi adalah jaringan terkeras melebihi tulang kita sendiri. Itu faktanya. Jika kita mengabaikan kesehatan gigi, gigi akan mengalami kerusakan entah dalam proses yang cepat maupun lama. Gigi yang bermasalah atau mengalami kerusakan akan mengakibatkan sakit yang tak tertahankan di seluruh tubuh. Karena didalam gigi terdapat lapisan – lapisan tempat berkumpulnya banyak pembuluh darah dan saraf.

Yak, sejak kecil saya memiliki masalah dengan gigi saya, kurangnya control terhadap kesehatan gigi dan banyaknya makanan manis nan lengket yang selalu saya konsumsi membuat gigi saya bermasalah. Ketika duduk dibangku kuliah dan bekerja saya mulai sadar apa arti kesehatan gigi, sehingga saya pun mulai memperhatikan itupun diawali dengan rasa sakit yang tak tertahankan, ngilu dan nyut nyutan yang sakitnya tidak bisa saya jelaskan pada gigi geraham saya yang berlubang parah lima tahun yang lalu. Bagi yang pernah mengalami sakit gigi pasti akan bisa membayangkan bagaimana rasanya….

Ketika sakit muncul baru ke dokter gigi, apalagi kalau dengan modal anggapan ke dokter gigi selalu berujung dicabut.  itu yang dulu saya lakukan. Ketika sakitnya sudah hebat sekali, bahkan semua dokter gigi saya datangi untuk mendapatkan obat termanjur karena sakit gigi saya sudah tidak mempan kalau hanya diberi obat sekelas asame fenamat dan amoxilin. Itu artinya tingkat sakit saya sudah sangat parah sekali  hingga saya menemukan dokter gigi swasta dengan obat yang mujarab mengatasi sakit saya saat itu, namun saya belum sepenuhnya senang karena bagi saya saat itu biayanya muahalll sekaliiii………nah kan sudah bisa ditebak kelanjutannya, tekorr pekara satu gigi, ini salah satu dampak nya juga. Sudah, jangan remehin gigi berlubang!!jangan ke dokter nunggu sakit gigi, teman – teman. Seriuss!! Baca lebih lanjut

Qisya third birthday, eksis mandiri ^-^

 

images

Source:googleimage

Selamat malam,
Mumpung agak santai nih ya, sudah hampir sepekan ingin menulis sesuatu di blog ini terkait dengan qisya, namun setiap malam begitu si kecil bubugh mamanya ikut terlelap juga, pas buka mata udah keburu subuh, dan ditunggu seabrek rutinitas.

Anyway, kali ini nyempetin sebentar, mumpung mata masih kuat melek. hehe
Momentnya tepat lagi, December sejuk. Alhamdulilah, anakku kini sudah genap usia tiga tahun malah udah lebih sepekan kekekkeke…subhanallah, dia tumbuh dengan cepat dan lucu. Gak terasa pingin nangis rasanya kalau ingat pas mau melahirkan, sekarang anak nya udah lari lari gak karuan, dan yang lebih bikin haru lagi, udah masuk playgroups kwkwkwk… homeschooling nya cuma bertahan setahun ternyata, si kecil qisya menuntut untuk punya teman. Jangan ada yang bilang minta adik lho ya kwkwkwk Baca lebih lanjut

Materi Homeschooling Prasekolah usia 15m – 3 tahun ( Qisya Homeschooling part 1 )

PhotoGrid_1463285827769          Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang homeschooling anak usia prasekolah, namun belum ada kesempatan menulis karena saya pun juga ingin melihat hasilnya terlebih dahulu disamping saya sendiri juga sedang dalam proses menerapkannya. Alhamdulilah, saya sudah menerapkan metode homeschooling sejak anak saya berusia 15 bulan. Saya rasa hal ini menjadi pengetahuan yang sangat penting bagi para ibu – ibu muda seperti saya, yang mungkin saja banyak tidak tahu menahu apa yang harus dilakukan untuk membantu optimalisasi masa golden age anak di tahapan pertama.

Setelah mencari banyak literatur dari milist, forum internet dan situs para praktisi homeschooling, membaca dan memahami semua materi dan kurikulum homeschooling rata – rata semuanya sama, dan karena saya muslim saya lebih banyak mengadaptasi materi dan kurikulum untuk anak muslim. Tujuan materi dan kurikulum homeschooling disini bukan untuk mentargetkan anak agar bisa menguasai seluruh materi dalam kurikulum namun hanya sekedar petunjuk dan panduan bagi ibu sebagai fasilitator homeschooling bagi anaknya, sebagai bahan ajar dan evaluasi dan bagaimana mengemas materi dalam aktivitas bermain anak. Karena Homeschooling yang dimaksud disini bukan pembelajaran yang menekankan pada pemberian materi – materi akademis seperti membaca,menulis,matematika dan lain lain, namun lebih menekankan pada pemberian stimulus dalam proses tumbuh kembang anak, pemberian stimulus untuk membangun karakter anak melalui contoh prilaku dan kebiasaan – kebiasaan yang baik setiap hari dan menjalankan pola pengasuhan yang baik ( good parenting ). Baca lebih lanjut

Lulus Toilet Training, Bye Bye Pospak or Diapers …syalala

abaru sempat posting, padahal udah bikin draft sejak bulan mei lalu

alhamdulilah, segala puji hanya milik Allah. setelah mencoba tiga kali toilet training begitu umur qisya menginjak usia 24bulan, akhirnya membuahkan hasil yang sangat subhanallah. hihihi emaknya super duper bahagia. why not?!?selain bisa lebih hemat tanpa membeli pospak, juga lebih sehat untuk anaknya, hihi. it’s third amazing moment after weaning breasfeeding and weaning for DOT hahhaha. i’m very happy.

ingin berbagi cerita jadinya, kali ini tentang suka duka nyobain toilet training. alhamdulilah, kemampuan anakku berbicara meningkat super pesat menginjak usia 15 bulan. hampir menginjak usia 24 bulan ia sudah bisa diajak komunikasi dua arah. mendekati usia 2 tahun pas, aku melakukan weaning with love dr proses menyusui, alhamdulilah. lulus saat usianya kurang seminggu tepat 2 tahun. kemudian aku ambil jeda waktu, dan melanjutkan toilet training di awal tahun 2016 ini. start januari berarti yak… Baca lebih lanjut