Do’a ibu adalah segalanya, Happy Mother day!

Gambar-Ilustrasi-Ibu-Menggendong-Bayi-Melihat-Sunset

Tetesan air yang semalaman turun mengetuk – ketuk atap kamar, membuatku terjaga dari tidur, tidur dengan mimpi indah, bersama ibuku.

Ibuku bukan siapa – siapa, ia hanya seorang perempuan desa yang bahkan tak pernah mengenyam bangku sekolah, ia tak bisa menulis juga tak bisa membaca seperti kata orang modern ia buta aksara. Namun tahukah?! Ibuku bukan perempuan bodoh, dengan segala kekurangannya ia mampu menjadi ibu yang sempurna, bahkan aku bangga menjadi anaknya, meski ibu tidak pernah mengajariku membaca, menulis atau memeriksa buku – buku sekolahku, namun aku bisa selalu menjadi juara kelas bahkan hingga aku berada di bangku kuliah, bisa meraih prestasi dengan banyak sertifikat dan piagam, karena do’a dan bimbingannya. Kecerdasan intelektual seorang anak selalu menurun dari gen ibunya, para ilmuwan bilang begitu dan aku yakin bahwa ibuku sangat pintar hanya saja ia tidak mendapat kesempatan. namun do’a ibu sungguh luar biasa. melebihi apapun.

Ibu tidak pernah mengajariku namun ia selalu menemaniku belajar, memberi nasihat dan penguatan. Ibuku tidak pernah memujiku, ketika aku pulang membawa rapor dengan predikat peringkat satu, ia hanya tersenyum saja dan tak pernah memberiku hadiah, daripada beli hadiah mending dibuat makan saja, begitu katanya. Kadang akupun merasa iri, melihat kawan kawanku yang berjuang meraih prestasi dengan embel embel ini itu, aku kecil pun hanya bisa diam melihat. Ketika aku mengeluh punya saingan disekolah atau dikampus, ibu hanya berkomentar sedikit dan memintaku tetap pada posisi, tidak usah melihatnya sebagai saingan,jika kau terus melihatnya kamu sendiri yang akan ketinggalan, lakukan saja apa yang kamu mampu begitu komentarnya, ketika aku mengeluh kecapekan belajar apalagi menjelang ujian ujian, ibu malah menyuruhku berhenti belajar kwkwkwk….bahkan ketika aku membantah, lalu bagaimana dengan ujiannya?! Kalau belajar malah semakin pusing, isi saja sebisamu. kalau masih ingin belajar ya jangan mengeluh. Mudah sekali baginya …saat ia berkata begitu kadang aq menjadi marah, bila ingat saat saat itu aku jadi tersenyum sendiri akhirnya.

ibu tidak pernah menginjakkan kakinya digedung sekolahku, ketika waktu ambil rapor ia hanya menyuruh kakakku. Meski aku memaksa sampai menangis ia pun tidak akan mau, ibuku sangat pemalu, dan ia minder karena penampilannya tidak sama dengan ibu teman – temanku dan lagi karena ia tidak bisa membaca dan menulis. Lagi lagi cukup do’a ibu saja yang menyertaimu, begitu katanya. Hanya sesekali ia mengantarku berangkat sekolah, dengan berjalan kaki pula. Karena kami tidak punya kendaraan. hal itu lebih sering terjadi ketika aku SMP, aku harus melewati kawasan yang sepi dan rawan bahaya sementara aku harus bolak balik untuk mengikuti eskul dan lainnya yang biasanya dilakukan duhur dan sore hari, dengan senang hati ibuku akan mengantarku sampai gerbang sekolah.

larangan ibu adalah sesuatu yang menakutkan bagiku, aku tak pernah berani untuk melanggarnya meskipun sesekali aku ingin sekali, hal ini menjadikanku olok – olok bahwa aku terlalu penurut, sementara ibuku terlalu paranoid, ia selalu saja mengkhawatirkanku terlalu berlebihan hingga aku tidak boleh kemana mana, yang paling kuingat aku hanya bisa meratap sedih bila melihat teman – temanku berpetualang kesana kemari setiap libur sekolah, dan aku hanya mendekam diri dirumah, ditemani ibuku tercinta, dengan membaca komik, novel dan majalah atau buku yang pada akhirnya sampai hapal diluar kepala wkkwkw saking seringnya dibaca. sekarang aku sendiri tersenyum, ternyata hal itu ada benarnya, melanggar larangan ibu adalah sebuah malapetaka, dan itu selalu aq ingat hingga aku dewasa. bahkan aku tidak pernah berani keluar rumah sebelum mencium tangannya.

ketika aku kuliah, ibu hanya bisa mendengar ceritaku tentang teman – teman dan tempat kuliahku dan mendengar tentang aku dari teman – temanku. Dan lagi lagi, ibuku tidak pernah menunjukkan rasa senangnya, ia hanya tersenyum simpul. Meski banyak orang memujiku ia hanya diam, entah apa yang dipikirkannya. Satu hal yang menyenangkan bagiku, aku selalu terbuka padanya. Aku selalu menceritakan apa yang sudah aku lalui setiap harinya, hingga kami berdua tertidur hingga esok harinya, bahkan sampai ibu menghadap Allah aku selalu tidur disampingnya. Ibuku adalah penyemangatku.
Ibu perempuan lugu dan polos apalagi dengan gaya berpakaiannya yang kartini sekali, dengan balutan kebaya dan kain sewek serta rambut panjang yang disanggul rapi, ibuku hanya seorang wanita desa , dan hanya lebih sedikit beruntung karena menjadi istri dari seorang pegawai negeri yang tegas dan idealis . berbeda sekali dengan ayahku yang selalu idealis dalam segala hal. ayahku wafat ketika aku kelas 4 sd.

Ibuku wanita yang sangat sederhana dan bersahaja, namun ia adalah perempuan tangguh disetiap keadaan hidupnya, ia dengan segala kekurangannya selalu mampu berdiri kuat dan memberiku perlindungan. Aku tak pernah hidup mewah, dan ibu tidak pernah memanjakanku. namun ibu selalu memperhartikanku dengan cara – caranya yang sederhana, ibu tidak akan makan sebelum aku makan, ibu tidak akan tidur sebelum aku tidur, dan selalu menungguku dibalik pintu rumah. Dan ia pun berhasil mendidikku menjadi anak yang tidak manja , menjadi anak yang kuat dan mandiri, bahkan ketika aku harus hidup sendiri, tanpa dirinya.

Ialah pahlawan sejatiku, yang selalu mengajarkan bagaimana hidup sederhana, bagaimana menjadi orang sabar dan bagaimana menjadi orang yang tak mudah putus asa dan bagaimana memahami sebuah kasih Sayang yang tidak harus ditunjukkan dengan berlebihan.
Ya Allah, betapa Aku ingin menyenangkan ibuku, Saat ini disaat aku mampu,  ingin sekali aku selalu pulang membawakan makanan enak untuknya setiap hari, memanjakannya setiap hari, dan memberikannya hidup yang lebih baik dari yang dulu. namun takdir telah berkata lain. Hingga aku selalu bermimpi dimana mimpi itu sangat menyakitiku ketika aku terbangun, menerima kenyataan bahwa itu hanya lah mimpi, betapa aku sangat merindukan ibuku. meski sudah terlewat, Aku ingin sekali melihatnya bisa melihatku wisuda, bisa melihatku menikah, dan bisa melihatku kini memiliki seorang anak, hanya sedikit waktu dari semua itu, Allah tidak memberiku kesempatan, memperlihatkan semuanya.

Dan hal itu sangat membuat hatiku pilu….. dan lagi lagi aq bermimpi, melihatnya tersenyum. Hujan hari ini membuat rinduku menumpuk, semoga Allah mengampuni segala dosanya, menjadikannya ahli surga, tempatkan ia ditempat yang paling indah di surga jannahMu ya ALLah, bersama ayahku. Keduanya adalah segalanya bagiku. Dan do’a – do’a mereka adalah senjataku.
Do’a ibu adalah segalanya, meski tanpa apapun hanya aku meminta do’a dari ibuku, dimudahkan segalanya, percaya atau tidak, hidupku seperti keajaiban, apa yang aku fikir sulit dimudahkan, apa yang aku fikir tak mungkin dimungkinkan,berkat do’a dari ibuku. Ibu selalu menguatkanku, jangan pernah menyerah, nanti kamu akan senang pada akhirnya, ia selalu berkata begitu, dan lagi lagi semua karena do’amu ibu. Terima kasih banyak, karena telah menjadi belahan jiwaku. Do’a mu adalah segalanya bagiku, dan kini akupun hanya bisa mendo’akanmu, meski besar inginku lebih dari do’a untukmu. Semoga Allah menghapuskan segala dosa – dosamu, dan menjadikanmu bidadari surga. Amin.

Selamat hari ibu.

 nb: source pic : downloadkumpulangambarkeren.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s