When I Weaned her, Subhanallah!.

Assalamualaikum, anyonghaseo….

10430472_10204374773349682_9181279511061820328_nDesember, musim penghujan telah tiba, pengganti kemarau panjang yang kemarin melanda.hmm, hujan adalah berkah, semoga selalu membawa berkah pula untuk kehidupan kami. Sudah lama aku tidak menulis postingan, membiarkan blog kosong melompong, dan lagi aku rindu menulis. Sedikit waktu luang cukuplah untuk mengukir banyak kalimat di blog baruku kali ini, meski sudah lama kubuat namun tak punya waktu untuk mengisinya meskipun banyak sekali yang ingin aku tuangkan kedalam tulisan, terutama tentang tumbuh kembang putri kecilku yang manis. Sobat cyber, tahukah?!kini ia sudah melewati ultah keduanya, subhannallah anakku tumbuh menjadi balita yang menyenangkan, ceria, ceriwis dan aktiv sekali. Ia suka menyanyi, menirukan berbagai aktivitas kami mulai dari wudhu sholat dan semua aktivitas yang membuat orang orang sekitarnya selalu tertawa bahagia bahkan takjub terutama aku, mamahnya. Di usianya yang dua tahun, ia sudah mampu mengucapkan banyak kalimat tanpa titik koma, dan selalu membuat tawa. Meski tak jarang kadang ia mulai sedikit menyebalkan, namun kutahan emosi, aku tahu ia hanya mengeksplorasi sekitar dan dirinya sendiri. Ada satu hal yang ingin aku ceritakan tentangnya kali ini, tentang proses penyapihannya dari ASI.

Memutuskan untuk menyapih ( weaning ) bukan suatu keputusan yang mudah, bahkan bagiku lebih susah ketika aku memutuskan untuk bisa memberinya ASI full dua tahun. Yaps, meski menjadi seorang working mom sejak kelahiran qisya putri kecil ku, aku dan suami sepakat untuk memberinya asi exclusif dan full dua tahun, bahkan untuk mpasi kami mengikuti mpasi homemade, no instan sama sekali sejak ia usia enam bulan. Aku dan suami saling mendukung, kami optimis bisa. Dengan bantuan berbagai media informasi seperti buku, literatur, artikel internet tentang ilmu asip dan breastfeeding, kami mulai. Bahkan tak jarang kami melakukan berbagai konseling dengan banyak orang entah itu dokter, bidan, dan teman – teman. Jika dibayangkan susah, namun ketika dilalui hal ini cukup menyenangkan. Meski harus hampir 24 jam berkutat dengan perASIPan.mulai dari steril segala alat yang dipakai mulai dari pompa, botol dot, botol kaca asip, cooler box dan lain sebagainya. Dan aku patut memberi penghargaan untuk suamiku, he was being a good breastfeeding father. I love you so much, hubby. Bahkan ia menjadi pembela utamaq ketika dimana lingkungan tidak mendukung kami dalam memberikan asi dalam botol.hehe… sudah kubuktikan bukan?!tidak ada alasan untuk ibu bekerja untuk tidak memberi asi.Yang jelas dengan niat dan tekad yang kuat, Pekerjaan bukan alasan untuk tidak memberinya ASI. Apalagi di era semodern ini.

Air Susu Ibu adalah makanan terbaik yang diberikan Allah Swt untuk setiap anak manusia, sungguh suatu hal yang sangat sayang untuk dilalui apalagi kalau melihat akan manfaat dan khasiatnya untuk masa depan anak terlebih lagi membuat anak selalu dekat dengan ibunya secara emosional. Menyusui adalah moment terindah yang akan kita rindukan, dimana si kecil bisa tertidur pulas dan nyenyak. setantrum apapun kondisinya Asi menjadi senjata pamungkas yang dapat menghentikan tantrumnya bahkan bisa menjadi obat kala ia sakit.

Saat kita memulai tentu ada saat kita harus mengakhirinya, setelah hampir dua tahun penuh aku menyusui akhirnya sampai juga ke tahap harus menyapih. Aku sudah menyiapkan qisya untuk proses sapih sejak ia berusia 20 bulan, aku ingin mengikuti metode weaning with love. Ya menyapih dengan cinta tanpa membuatnya frustasi meski aku sedikit pesimis, Setiap dia sedang ‘nenen’ aku selalu mengatakan bahwa qisya sudah besar, sebentar lagi dia harus berhenti ‘nenen’ dan dia selalu paham apa yang ibunya katakan, dengan cepat ia selalu bilang ‘emohhh (red.tidak ). Qisya sudah bisa diajak komunikasi dua arah sejak usianya 15 bulan. Aku sendiri agak heran, ia bisa begitu cepat lancar berbicara hihi. Penyapihan tahap pertama aku awali dengan sapih dot, meski sempat digagalkan oleh neneknya hehe namun aku tak pantang menyerah. Akhirnya, tepat ia usia 20 bulan ada jatah libur empat hari karena ada tanggal merah, hari kecepit dan sambung sabtu minggu yang memang libur,nah dalam waktu empat hari itu aku usahakan untuk dia benar – benar lepas dot. Setelah mengetahui banyak sekali efek dari dot. Aku pun nekat untuk tidak membuat anakq bergantung pada benda itu. Dan tidak sesusah yang aku bayangkan….sebagai gantinya aku ganti dengan gelas straw cup yang biasa ia pakai sejak usia setahun setiap minum susu kwkwkwkw….. berhasil. Dot nya diringkes!! Hanya saja jadwal nenen lansung menjadi sedikit meningkat sejak pisah dot.

Dan hampir bkin emaknya pesimis buat sapih tepat dua tahun. Setelah sapih dot berhasil, sekarang giliran fokus sapih asi. Sebelum benar – benar disapih qisya aku beri kesempatan nenen sepuas-puasnya, siang hari malam hari, dan adakalanya kendala kembali hadir dimana ada saat qisya mogok makan dan kembali ngejoss hanya nenen. Bikin stress berat?tentu saja. Kalau keadaan begini gimana akan menyapih, pikirku kala itu. Kendala kedua kembali hadir ketika dia sakit, tiba tiba terserang campak dan panas berhari – hari yang jelas saja membuatku tidak bisa menjauhkannya dari asi. Aku sudah pesimis untuk bisa menyapihnya tepat dua tahun namun tetap akan kucoba. Ulang tahunnnya yang kedua kala itu kurang tiga minggu lagi, pertengahan bulan november aku kembalikan niat untuk menyapihnya dimana saat itu keadaan qisya sudah kembali fit. Aku memulai perlahan, di jam – jam ia merengek nenen hanya untuk bermain – main aku alihkan ia untuk berinteraksi lebih banyak dengan ayahnya, gak tega sedikit tapi harus, qisya menjadi lebih sering dengan ayahnya,hanya saja ia jadi lebih sering muncul didapur karena merasa kehilangan ibunya wwkwkkw…..tidak jarang ia menungguiku didapur, mungkin saat itu ia merasa bahwa hanya alasan ibunya saja untuk menyibukkan diri. Tahap kedua aku mulai mengenalkan susu uht, jus buah manis dan sebagainya dan mengganti nenennya dengan susu formula meski susah untuk dikelabui tapi diminumnya juga kalau dia benar – benar haus. Tahap ketiga, aku melihat kalender ultahnya kurang sepuluh hari lagi, dan aku masih belum berhasil. Semua sudah menyarankan untuk “memintakan syarat ke orang pintar” atau ngasik pahit – pahit di nenennya, aku tidak yakin dengan cara itu. Aku tidak mau melakukannya, aq masih yakin aku bisa menyapihnya dengan cinta yang luar biasa. Waktu semakin berjalan, akhirnya aq putuskan untuk memakai plester kwkwkkwkkw..

.meski ada perasaan sedih karena berpura – pura sakit, namun kulakukan juga, aq memakai perban dan plester kedua nenennya. Dan begitu ia meminta, aq perlihatkan bahwa aq sedang sakit.

“mama lagi sakit dek, minum susu gelas aja ya” kataku ketika dia meminta. awalnya aku takut dia akan mengamuk dan tantrum, apa yang terjadi diluar dugaan. Aku memperhatikan ekspresinya kala itu, dia diam saja dan ada mimik terkejut, yang membuatku hampir menitikkan air mata,

Mama, atiit??? “ tanyanya, sambil menyentuhku. Aku mengangguk kemudian memeluknya, begitu seterusnya, ia pun mau diganti dengan susu gelas. Ketika malam pertama penyapihan, aq sudah siap – siap untuk bergadang karena cerita orang – orang ia akan rewel semalaman, ternyata kwwkkwkw hasilnya lagi lagi diluar dugaan. Ketika jam tidur tiba,

“ma, bubugh!” maka aq menurutinya dan tidak menawarkan asi. Ia melihat kemudian berujar

“atitt, ma?” aku pun mengangguk. Ia hanya diam, menggigiti bibir bawahnya sambil memegangi kausq…begitu terus hingga akhirnya terlelap. Hatiku tidak tega, namun apa daya aku merasa inilah saatnya. Sebenarnya yang tidak mampu disapih adalah aku, ibunya. Bukan anaknya. Esok harinya, ia biasa saja bahkan tidak tantrum sama sekali, ketika ingin nenen ia selalu ingat kalau mamanya sedang sakit, ia hanya tersenyum lugu “delok, ma” (red. liat, ma) sambil menarik bajuku. Sedikit sedikit aq memberinya pengertian dan banyak pelukan, aq selalu berusaha selalu ada didekatnya dan menunjukkan sangat menyayanginya melebihi apapun. Begitupula ayahnya, melakukan hal yang sama agar anaknya tidak tantrum. Dan putri kecil kami sangat mengerti, selama tiga hari sejak penyapihan, ia melewatinya tanpa tantrum bahkan sangat ceria dan yang paling membuat kami tercengang, ia makin suka makan. Kwkwkkwk subhanallah, kami berhasil menyapihnya tanpa tantrum dan rewel sama sekali.

Horeee…….anakku lulus. Begitu setiap hari yang aku teriakkan. Dan ia akan lansung memelukku. Puji syukur hanya untuk Allah, terima kasih ya Allah atas segalanya, kami hanya bisa berdoa semoga selanjutnya kami bisa menjadi orang tua yang amanah yang bisa merawat, mendidik, membesarkan anak kami dengan sebaik – baiknya akhlak. Semoga putri kami tumbuh menjadi anak yang sholihah, berbakti pada orang tua, pintar dan berakhlakul karimah. Menjadi generasi penerus kami yang amanah dan berguna. Aminn ya robbal alamin, segola doa kebaikan kami panjatkan. Sungguh suatu kebanggaan bagi aku, terutama. Bisa menyempurnakan penyusuannya, aku percaya bahwa asi bukan hanya makanan terbaik tetapi menjadi sumber kekuatan dan kedekatan kami berdua, percaya atau tidak, anakku justru lebih dekat denganku daripada kepada siapapun, meski masih aq tinggal bekerja hehehe. Selalu kucoba dan kuyakinkan bahwa kami selalu dekat, hati kami satu.

Maka para ibu, yakinlah, percayalah dan jangan menyerah. Jika anda bekerja, jangan khawatir untuk tidak dapat memberi asi dan mpasi homemade. Itu ceritaku seputar perASIPan, mana ceritamu?wkkwkw kayak iklan aja yah. Alhamdulilah, segala puji hanya milik Allah Swt. Tepat di hari ultahnya yang kedua, anakku sudah benar – benar lulus Asi dan ia menjadi lebih gemukkan dari biasanya karena semakin banyak makan. Aku masih memberinya susu formula atau uht hanya kadang- kadang ia bahkan tidak minum, ingatlah susu bukan lagi hal yang utama, metode gizi seimbang sudah menjelaskan bahwa makanan yang bervariasi dan sesuai asupan sudah sangat cukup untuk menunjang tumbuh kembang buah hati kita.

Sebagai rasa syukur kami, kami pun mengadakan syukuran kecil di hari kelahirannya yang kedua, ia sangat senang apalagi ketika mendapat hadiah dari mama dan papa. Qisyaku tumbuh menjadi balita yang sangat menawan, pintar dan selalu membuat banyak orang tertawa. Ia menjadi lebih cerewet dan kata orang jawa nuwek kekekkeek ia sudah bisa mengungkapkan kalimat dari emosinya. Aku pun semakin menunjukkan bahwa kasih sayang kami tidak sebatas melalui Asi, agar ia tidak merasa sedih ketika benar – benar menginginkan.

Hari ini tepat adalah hari ibu, bagi suamiku hari ibu itu setiap hari, tapi entahlah setiap tahun atau setiap hari bagiku sama saja, bagiku sudah sangat cukup bahagia aku bisa menjadi seorang ibu. Sebuah anugrah yang sangat luar biasa. Semoga aku bisa menjadi ibu yang hebat dan terbaik bagi anak – anakku kelak, namun bukan hanya itu, aku ingin benar – benar menjadi madrasah bagi anak – anakku. Terima kasih banyak ya Allah, dalam hal begini aku selalu teringat mendiang ibuku. Semoga allah memberikan tempat terindah baginya di surga. Bagiku, ibuku sangat luar biasa. Dari dia pula aku pun mengerti banyak hal, benar kata iklan susu yang akhir – akhir ini tayang di televisi, meski berbeda masa, kasih sayang ibu tetaplah sama. Yah…kini akupun seorang ibu, aku semakin mengerti kasih sayang ibuku dulu.

Selamat hari ibu, kawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “When I Weaned her, Subhanallah!.

    • iya mbak bener, rada rada banyak yang susah banget mbak. sampe dikasik olesan pait pait atau minta syarat sana sini kata orang jawa… yg ada malah rewel semalaman.aku cukup makek plester…kekekkeke

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s