Amazing Growth for me

erAmazing Growth for me. Judul itu mungkin sangat cocok untuk menggambarkan suasana hatiku yang merasa takjub saat ini atas banyak hal yang aku amati selama dua bulan terakhir, it’s so amazing moment for me. Segala puji sungguh aku panjatkan ke hadiratMu Ya Rabbi, yang Maha luar biasa. Sungguh Allah itu maha Sempurna, Subhanallah.

Mungkin bagi sebagian besar orang yang sudah memiliki anak lebih dari satu, hal yang akan aku ceritakan adalah hal yang biasa – biasa saja, namun bagiku yang baru pertama kalinya menjadi seorang ibu bagiku hal ini sangat luar biasa. Di usianya yang kini menginjak 27 bulan ( 27m ) setelah lepas dua tahun tepat di bulan desember lalu. Aku merasa ia masih seorang bayi kecil yang baru saja memulai dunianya. Namun dua bulan terakhir ini, ia benar – benar menyadarkan aku bahwa ia kini sudah menjadi seorang anak kecil bukan lagi bayi ataupun batita hihiihihi….

Qisya kecil mulai melakukan banyak hal, yang sungguh sangat tidak aku duga. ia yang dulu selalu mengikuti apa yang ibunya mau kini sudah mulai bisa mengemukakan pendapatnya sendiri apa yang ia mau dan tidak bisa dipaksa oleh ibunya hihi, justru sebaliknya ibunyalah yang harus banyak mengalah. Ia mulai berpendapat dan berkomentar, memilih apa yang disukai dan tidak disukainya, bertanya tentang banyak hal, mulai suka bersosialisasi dengan sendirinya begitu melihat teman sebayanya, melakukan banyak hal dengan meniru orang – orang di sekelilingnya, berimajinasi menceritakan apa yang diharapkannya, berteriak tidak suka jika ia benar – benar tidak suka, berkeluh kesah kala ia sakit dan bisa marah jika emosinya terluka. Dan yang paling membuatku senang, kosa kata dan perbendaharaan katanya maju pesat, ia sudah bisa mengatakan sebuah kalimat. Sungguh, semua itu tak kusangka akan terjadi di usianya yang baru lewat dua bulan dari angka dua, bagiku ini sungguh luar biasa.

Hubungan kami juga semakin dekat, bahkan ia semakin sulit untuk dipisahkan dari ibunya. Kini aku bisa bicara, siapa bilang seorang ibu yang memilih menjadi seorang working mom harus kehilangan banyak moment untuk dekat dengan anaknya?!siapa bilang seorang ibu bekerja harus kehilangan prioritas waktu bersama anaknya?! Semua kembali pada diri ibunya sendiri, bukan karena bekerja yang menjadi kan anak jauh, namun karena hati. Mungkin tentang hal ini akan kembali aku bahas dalam postingan sendiri, saat ini semangat untuk menulis tentang itu masih menjadi sebuah draft, ummu qisya sedang semangat dengan amazing growth anaknya kekekekke.

Oke, let’s start. First, Tentang bagaimana ia berpendapat dan berkomentar, aku ambil dari kegiatan sehari – hari yang sering membutuhkan pendapat dan komentarnya.

Awalnya aku agak sedikit heboh melihatnya, ketika mendadak si kecil tidak mau memakai baju yang dipilihkan ibunya. Ia ngotot minta gendong dan minta diantar ke lemari, karena aku tak yakin aku masih saja berusaha memakaiakan baju – baju yang sudah kupilihkan namun ia malah menangis kencang. Bikin gondok lama lama karena takut keburu masuk angin, suami nyeletuk, biarkan saja dia memilih sendiri, hargai pendapatnya, kata suami. Akhirnya aku mengalah, dan mengantarnya ke lemari. Ia mulai memilih, dan gayanya bikin gondok ilang. Kwkwkwk memilih celana sendiri kaos sendiri seraya berkomentar “uning ma? Bilu ma? Ya ya ya? “ pintanya. Dahiku berkernyit darimana dia bisa mengatakan ya.. ya .. ya . *ketawa ngakak. Walhasil sejak itu acara memakai baju menjadi self command bagi qisya. Ia menjadi penentu baju apa yang akan ia pakai, warna apa dan motif apa. Sempat bikin gondok kesekian kalinya ketika mau diajak kondangan ia memilih memakai baju kaos oblong, dan ketika diajak ke mall memakai celana polkadot selutut warna hitam, baju kemeja polkadot kuning yang ada kancingnya dan kerudung bunga bunga warna biru, oh my god…nyambung gak sich
?? gak nyambung banget lah….pakek drama deh pkoknya tiap mau pakai baju kalau ibunya gak ngalah kwkwkwk….

soal makanan, dari kecil qisya sudah aq biasakan mpasi home made hingga semenjak jadi balita ia sudah mulai terbiasa, namun akhir – akhir ini ketika ibunya mulai berani mengenalkan makanan – makanan ekstrim nan berbumbu, ia pun mulai berkomentar “ndak mau ini ma!” sambil nunjuk lawuh. “mau ini ma…mau itu ma” kwkwk lagi lagi, ibu mulai mengalah akan komandonya. Yang penting tetap makanan bergizi. *tepok jidat

soal berkomentar, bahkan aku tak menyangka ia bisa berkomentar. Mengingat caranya berbicara saja bikin aku tertawa sendiri. Aku ambil cerita ketika aku pulang kerja, seperti biasa membawa oleh – oleh tangan berupa kue kesukaannya. Begitu sampai pintu ia sudah menyambut heboh “maaa…ulllaaangg” dan menghambur kepelukan. “nih sayang, kue kesukaan kamu. Dimakan ya” seruku. Saat itu ia menjawab”aaa kueee…”kemudian menoleh ke wajahku “mama…mama” dengan logat dan ekspresi yang lucu yang bisa diartikan perkataanya adalah ngapain repot repot mama… kebayang gak sich?!hahaha.

dan ketika diminta mencicipi makanan, entah itu kala bermain atau benar – benar sedang makan. Ia akan mengeluarkan komentarnya “cek ma, cek ma, acik ecap…ehmm enak ma” [sebentar ma, sebentar ma, kasik kecap. Hmm enak ma ] .kemudian ketika ia melihat sesuatu yang baginya sangat bagus dan menarik ia tak tanggung – tanggung akan berkomentar “ma..apik ma” [ma, bagus ma] kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan.

second, tentang kegiatan bertanya. Dua bulan terakhir ini ia sering sekali melontarkan banyak pertanyaan tentang banyak hal, kalau pertanyaan apa ini ma?apa itu ma? Mungkin itu sudah sering terdengar, kali ini pertanyaan paling favoritnya adalah “ini beli dimana ma?” dan tahu benda apa yang ditanyakan. Semua benda. Ia bertanya semua benda beli dimana?kwkwkkw …ketika aku baru saja mengganti sprei tempat tidurnya ia akan bertanya beli dimana ma? Lokci ? [red, roxi, salah satu nama supermarket ] kemudian ketika aku memakai baju entah itu baru atau lama ia juga akan bertanya, tentang karpet, peralatan rumah, pekakas dapur dan semua yang ditemukan matanya ia akan bertanya beli dimana kwkwkwk…. Kalau belum tahu benda apa itu maka ia akan bertanya apa ini ma *cium gemesss

Third, tentang sosialisasi. anakku adalah anak yang percaya diri. dulu ketika masih kecil ia akan menangis jika diajak orang yang tak dikenalnya setiap hari, namun begitu ia mengerti dan sering aku ajak berinteraksi dengan banyak orang mungkin membuat rasa percaya dirinya ada. Sekarang, anakku bisa dengan mudah berbaur dan beradaptasi dengan siapa saja. Entah kawan lama maupun kawan baru. Ia merasa tak canggung, meski kadang awalnya canggung lama – lama iapun menyesuaikan diri. dan itu menjadi kemudahan tersendiri bagi kami . Hal yang patut untuk kami syukuri.

Four, ia suka meniru. Ini menjadi alarm bagi kami orang – orang di sekelilingnya untuk selalu melakukan hal – hal yang baik apalagi ketika bersama qisya. Sekarang ia selalu terlibat dalam segala hal yang seisi rumah lakukan, setiap pagi setelah bangun tidur ia akan bersamaku mulai dari ke tukang sayur, memasak , mencuci dan bahkan mandi bersama ibu. Di tukang sayur, iapun akan memperhatikan segala aktivitas para ibu – ibu pembeli termasuk ibunya sendiri dan meniru. Ketika memasak ia akn meniru apa yang aku dan neneknya lakukan dan meniru., walhasil membuatku harus membuatkannya dapur kecil khusus untuknya wkkwkwk…dapur ala kadarnya ketika jam memasak selesai ia akan memulai mengikutiku untuk mandi dan mencuci baju. Aku selalu melibatkanya dalam segala hal aktivitas kami , dan alhamdulilah anakku perempuan jadi gak da salahnya kan niru emaknya haha.

Namun dari aktivitas tiru meniru ini membuatnya seperti satpam siaga saja, missal contoh soal penggunaan sandal didalam rumah, setiap anggota keluarga kami memiliki sandal masing – masing, namun ketika suatu ketika kami tidak menemukan sandal kami dan kami memakai sandal yang bukan milik kami, maka qisya akan berteriak marah bahkan sampai menangis. Kami harus memakai aturan memakai sandal kami sendiri wkwkkwkw meski dalam posisi kepepet pun, ia tidak mengizinkan ibunya memakai sandal ayahnya. Ada contoh lain soal sampah misalnya, ia sudah terbiasa membuang sampah ditempatnya sejak ia bisa berjalan, mungkin kebiasaan itu sudah terpatri dalam pikirannya, sehingga ketika ia melihat sampah jatuh mungkin didepan pintu atau dilantai kamar, tanpa diminta ia akan memungut dan membuangnya ke tempat sampah. It’s amazing for me, sungguh. Lagi – lagi soal sepatu, ketika kami tidak meletakkan nya di rak tempat sepatu maka ia akan memungut sepatu yang berserakan satu persatu dan diletakkan di rak tempat sepatu termasuk sepatunya sendiri. Namun ada kebiasaan yang bikin kami gak habis piker, qisya memakai sandal lebih dari satu pasang. Ia membuat aturan kapan sandal ini dipakai untuk ke kamar mandi, untuk ke kamar, untuk keluar rumah dan untuk jalan – jalan. Jika sampai tertukar ia pun akan marah marah hahhaha padahal ibunya tidak menerapkan itu, hanya saja melihat sandal lucu tertarik untuk membelikannya ternyata qisya memiliki pilihan dan aturan sendiri terhadap sandal – sandalnya wkkwk

Dan kami tidak bisa membohonginya. Aku pribadi tidak ingin berbohong padanya sehingga sebisa mungkin ia selalu jujur pada kami dan sebaliknya kamipun selalu jujur padanya. Dan aku rasa berhasil, ketika sedang makan bersama dan ia kentut tak segan – segan ia akan mengaku “qica kentut” wkwkkw dan ketika ia menyembunyikan sesuatu milik ayahnya maka dia juga yang akan menemukannya dengan mengaku. Seperti semalam, ketika ibu aka membuka desk meja di ruang tengah. Kunci tidak sanggung membukanya. “Lho ini kenapa kok gak bisa dibuka lacinya?” tanyaku pada ayahnya. Qica nyeletuk “ macuk…semat. Ono [masuk..lidi.disana] . “siapa yang masukin” dia sambil nyengir menjawab “qica” kwkwkwk   mana bisa marah?!

Kemudian ketika hujan tadi malam ia minta jalan – jalan. Ayahnya bilang “hujan, sya”, ia menjawab “ndak..ndak ujan”. “hujan ayo kita lihat” seru ayahnya, ia menjawab lagi “akek payung papa” kwkwkwk mati kutu dah.

Dan yang lebih menarik lagi adalah ketika ia bercerita tentang apa yang dilihatnya apa yang diinginkanya dan apa yang ingin diceritakannya. Ia akan mengoceh panjang lebar, sampai manyun segala, nyengir dan tertawa. Benar – benar membuat kami terhibur dan tertawa terpingkal – pingkal, kadang ia juga mencoba berbicara pada cicak didinding, semu di toilet, dan boneka – bonekanya. Dan ibunya spontan berperan menjadi cicak, semut dan suara boneka kwkwkwk

Kepekaanya juga muncul ketika ada anggota keluarga yang sakit, maka spontan ia akan bingung mencari obat. Begitu ditanya kalo besar mau jadi apa sya “dokteng, dokteng ukang cuntik” kwkwkwk amin, semoga ya nak. Semoga kami bisa mengarahkan mu untuk mencapai apa yang kamu inginkan kelak. dari semua hal yang paling membuatku takjub adalah perbendaharaan katanya yang semakin maju pesat di usia 27m ini, ia benar – benar merekam setiap kata dalam memorinya. bahkan sudah bisa menyebutkan setiap nama benda yang ia lihat dimana saja, entah itu ditempat umum atau sekedar dikemasan makanan atau sekedar berhitung meskipun hanya sampai angka sepuluh, menirukan lagu lagu , alfabeth dan hijaiyah meski semua belum begitu jelas. biarkan ia tumbuh dan bisa dengan sendirinya, itu yang selalu aku dengungkan dalam pikiranku sebagai ibu. dan aku sangat menikmati pertumbuhannya. semoga selalu sehat dan ceria ya nak *big hug for qisya

Sungguh bagi kami suatu yang luar biasa, pasti para orang tua yang lain juga berpendapat yang sama dengan pertumbuhan anak – anak mereka. Anak – anak merupakan mahluk yang luar biasa, anugrah dan karunia dari Allah Swt. Sungguh kami sangat terhibur dan bahagia bisa berbaur dalam dunia mereka, menjadi anak kecil dan bermain bersama mereka adalah suatu cara yang sangat luar biasa untuk bisa mengetahui dunia mereka, masa kecil tidak akan terulang, aku tidak ingin melewatkan waktu masa kecil anakku, merekamnya kuat – kuat bahkan tak tanggung tanggung menuliskannya disini, meski pun ini baru sepenggal cerita. belum keseluruhan. Pendapat seorang anak, cerita seorang anak, komentar seorang anak meskipun hanya sepele patut kita hargai dan kita dengarkan. Subhannallah, terima kasih banyak Tuhan dan yang paling aku syukuri adalah telah menjadikan aku seorang ibu.

Ini ceritaku di awal maret tahun ini, lalu bagaimana cerita para emak lainnya!??!!?mari berbagi cerita kawan, terutama tentang anak anak kita. Mari berbagi untuk saling menjadi orang tua yang memahami anaknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “Amazing Growth for me

  1. lucuuunyaaa ^o^.. dia pake bhs jawa sedikit2 ya mbak? anakku juga diajarin papinya bhs jawa halus, keluarga suami org solo.. nah masalahnya aku batak :D.. jd lucu pas anakku ketemu ama anak adikku yg kebetulan nikah ama batak juga… beda dong cara ngomong dan didikannya :D..

    anakku kalo dipanggil udh biasa ngejawabnya , “daleem papi..”, “dalem eyang”….

    nah suatu hari didenger tuh ama ponakanku, (anak dari adikku ini), dia lgs nyeletuk, “apaan sih dalem2? dalem kemana lagi, kan kita udh di rumah” wkwkwkwkwk, kdg2 liat anak2 ini lucu deh kalo udh debat yg mksdnya pada beda ;p.. akupun kdg srg ga nyangka aja, anakku udh hampir 4 thn gini… udh bisa protes, udh bisa jaga adiknya yg bayi :D.. penyejuk hati bgt ya mbak 🙂

    Suka

    • hahahhaa bener mbak lucu banget, kalo liat anak balita bercakap cakap apalagi kalo beda bahasa atau logat hahha. jadi bikin yang denger ketawa ketawa sendiri. iyah mbak campuran bahasa jawa, osing dan bahasa indonesia hihi. aq dan suami asli jawa osing tepatnya. main main mbk ke banyuwangi, banyak tempat menyenangkan. mbk suka travelling kan?!hihi aq seirng inguk inguk blog njenengan juga

      gak kerasa ya mbak udah besar, udah punya adik juga hihihi…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s