Lulus Toilet Training, Bye Bye Pospak or Diapers …syalala

abaru sempat posting, padahal udah bikin draft sejak bulan mei lalu

alhamdulilah, segala puji hanya milik Allah. setelah mencoba tiga kali toilet training begitu umur qisya menginjak usia 24bulan, akhirnya membuahkan hasil yang sangat subhanallah. hihihi emaknya super duper bahagia. why not?!?selain bisa lebih hemat tanpa membeli pospak, juga lebih sehat untuk anaknya, hihi. it’s third amazing moment after weaning breasfeeding and weaning for DOT hahhaha. i’m very happy.

ingin berbagi cerita jadinya, kali ini tentang suka duka nyobain toilet training. alhamdulilah, kemampuan anakku berbicara meningkat super pesat menginjak usia 15 bulan. hampir menginjak usia 24 bulan ia sudah bisa diajak komunikasi dua arah. mendekati usia 2 tahun pas, aku melakukan weaning with love dr proses menyusui, alhamdulilah. lulus saat usianya kurang seminggu tepat 2 tahun. kemudian aku ambil jeda waktu, dan melanjutkan toilet training di awal tahun 2016 ini. start januari berarti yak…

berbagi itu indah, aku ingin berbagi bagaimana caraku. karena tidak sedikit orang – orang di sekitarku bertanya, bagaimana caranya?! hal pertama yang aku lakukan adalah mengajarinya berbicara begitu ingin buang air besar ( PUP ) di toilet dan pipis di kamar mandi. aku selalu menekankan kata kamar mandi dan menunjuk arah kamar mandi. ia sudah tahu kalau buang air besar harus diatas wc namun ia belum bisa mengerti “tanda” seperti apa dan kapan ia harus pergi ke toilet. dan tentu saja masih sering gagal dan terus mencoba.

sekali, dua kali tiga kali, gagal lagi dan yang paling parah karena aku tinggal kerja, seringkali kegiatan ini digagalkan oleh neneknya, karena sedikit enggak sabar kalau qisya lansung pipis ditempat sebelum ia bicara “ingin pipis” ,akhirnya terpaksa tetap makek pospak , kali ini kukurangi hanya dua pospak sehari. yakni ketika kutinggal kerja.

aku coba lagi ketika aq full time seharian, yakni di masa weekend. aku libur kerja di hari sabtu dan minggu, sekali lagi kuniatkan akan kucoba.aku mengurangi pospaknya. hanya dipakai untuk malam hari. selain malam tidak pakai sama sekali.karena malam hari, enggak mungkin kan aku bolak balik membersihkan lantai,mencuci dan lain sebagainya.

sebagai gantinya di siang hari, emaknya menberi alarm tiap sejam sekali hihihi jadi lucu mengingat masa itu, hampir setiap jam aku selalu bertanya “mbak qisya, enggak pipis??” , sekali dua kali bertanya ia hanya menggeleng tapi semakin sering bertanya ia justru marah kwkwk….sebal kali ya ditanya terus. tapi emaknya enggak gentar, semakin konsisten bertanya dan menawarkan kamar mandi setiap satu jam sekali. hay hay, lama lama dia mulai terbiasa. dan ketiga, mendoktrin neneknya untuk menuruti apa yang kulakukan. sebisa mungkin hampir setiap hari aku jelaskan apa alasan dan tujuan kalau meski masih kecil harus sudah dilatih toilet training , meski sering dibantah “ah dia kan masih kecil, nanti kalo udah besar dia tahu” tetap saja aku keukuh, mungkin bosan mendengar ocehan dan pertanyaanku setiap waktu akhirnya ikutan manut juga, hal ini dibantu juga oleh suamiku. kwkwkwk akhirnya sepakat, lepas pospak meski harus rempong mengepel ketika meluncur tiba tiba haahhaha aku monitor lansung dengan telepon ketika aku bekerja dan segera pulang di sela sela waktu istirahat. jadi kesimpulannya. konsistensi dari segala pihak.

karena semua satu suara,  kelamaan qisya mulai mengerti dan terbiasa bahkan semakin menjadi kebiasaanya. aku pun mulai bisa menduga berapa jam sekali ia akan pipis. jurus keempat yang kulakukan sedikit spontan, ketika dia merengek minta ikut sekolah dengan sodaranya, maka aku gunakan celah ini dengan berkata “dek, kalau sekolah gak boleh pakek pampers. karena qisya masih makek pampers kalo malam itu gak boleh. kalau sekolah juga gak boleh ngompol. dan bla bla….” hasilnya, sepertinya dia memahami dan memikirkannya karena sore harinya, setelah mandi sore,  begitu akan saya pakaikan pospak, dia menolak. wahh, saat penolakannya diluar persiapan.namun ini kesempatan emas lansung saya tegaskan.IYA!

suami agak ragu begitu aku beritahu, dan agak gamang “yakin nih gak makek pospak?!kalau ngompol malam malam gimana?! nanti kalau ngompolnya ditempat sholat gimana?-…….” dan berbagai pertanyaan khawatir lainnya yang kesimpulannya cuma satu, kalau ngompol dimalam hari itu bakal ribet banget!! membersihkan, mencuci, belum lagi kalau kena pakaian sholat, tempat sholat, kena kasur , sprei, dkk.

tapi ini kesempatan emas, mumpung anaknya yang minta. maka dengan jawaban dimantapkan, aku menjawab ” kalau ngompol malam malam, biar aku yang urus. papa tidur ajah aku  gk  akan ngrepotin, dan besok aku akan cari sprei waterproof, kata temen lumayan membantu gak harus cuci semua tinggal dilap dan bla bla ” aku sebisa mungkin memberi penjelasan.

maka, bismillah, keputusan sore ini enggak pakai pospak sama sekali siang dan malam. keburu anaknya enggak mau duluan hahhaha pas aq coba tawarin lagi blas enggak mau.

qica cekulah,dak akek pepes

maka start sore itu,tiap satu jam aku tawari dia pipis.aku hitung sampai jam tidur ia pipis di kamar mandi hingga tiga kali, dan begitu selesai cuci kaki dan tangan, ia naik tempat tidur. sudah kusiapkan tempat tidurnya lengkap dengan perlak kwkwkkw….tetap aja emaknya khawatir ngompol. qisya sempat tidak mau memakai perlak, namun aku bujuk dan karena sudah ngantuk akhirnya lelap. yang enggak bisa tidur emaknya, lebay kan haha. secara aku tidur disebelah qisya. hampir tiap waktu tanganku meraba barangkali ada cairan cairan hangat sampai akhirnya bablas tertidur.

subuh, sekali membuka mata lansung teringat dan kuperiksa. kering. sedikit tak percaya.aku bangunkan suamiku.

“pi, kering yo??” .suamiku juga gak percaya dan lansung memeriksa sendiri, “eh, iya?!”

aku lansung memekik kegirangan, “hahaha anakku gak ngompol.ini doa emak yang niat banget, dikabulin. gk jadi bersih bersih malam malam “.yess malam itu malam pertama qisya tidak memakai pospak.dan hasilnya.TIDAK NGOMPOL!

apa mungkin udah pipis tiga kali sebelum tidur ya?!kelihatannya begitu,*meringis lebarrr

dan selanjutnya aku terapkan. sebelum tidur ia harus pipis, itu sudah jadi kewajiban.dan malam malam selanjutnya tidak ada ompol sama sekali . Setelah ia bangun, begitu membuka mata awalnya lansung aq bopong ke kamar mandi, sempat pakai nangis segala, takut lansung kebablas disana, lama lama tanpa perlu memaksa, setiap bangun tidur ia akan lansung minta kekamar mandi. justru kali ini, malah bukan hanya pipis tapi lansung minta mandi sambil nyanyi “ bangun tidur ku terus mandi” hihihi…. pipis, sikat gigi, dan mandi jadi kesukaannya tiap bangun tidur, sepagi apapun bangunnya ia akan lansung minta mandi. bahkan ia menyikat giginya sendiri, meski harus ngabisin pasta gigi lebih dari seharusnya. suka sekali memencet pasta untuk ditaruh disikat.

itu soal pipis, beda lagi untuk pup. begitu tidak pakai pospak maka selanjutnya tidak sama sekali. pelajaran soal pup, agak sedikit runyam, ia sudah sukses pipis selalu dikamar mandi selanjutnya untuk pup, aku membutuhkan waktu hampir tiga hari sebelum dia benar benar memahami tandanya, ternyata alasan utamanya adalah: JIJIK!!

begitu dia tidak memakai pospak, maka pup nya keluar begitu saja di celana nya. hari pertama dia berteriak histeris membuat seisi rumah heboh. lansung aq angkat ke kamar mandi. dan aku jelaskan disitu. “nah qisya, kalau pup disini.lihat pupnya qisya ?!jijik kan kalau pup diluar kamar mandi atau dicelana?” aku jelasin aja meski dia ngerti atau enggak, nyatanya menghasilkan, hahhaha hari kedua, malah lebih parah, pupnya bukan hanya dicelana tapi menggelinding jatuh kwkwkwkwkkw seisi rumah hampir ketawa kepingkal pingkal dan pas ada tamu juga. hal ini bagiku gak memalukan, namun sepertinya bagi qisya ini memalukan ia justru menangis.

hari ketiga, ini mulai berhasil. ketika sedang mainan, tiba tiba ia berdiri, selepas magrib kalau gak salah waktu itu, “Ma!!” panggilnya dengan ekspresi panik. “ada apa nak?” tanyaku heran

dia tidak menjawab melainkan membentuk posisi nungging memegangi pantatnya.aku lansung paham.

“qisya mau eek??”

dia mengangguk. lansung aq bopong ke kamar mandi. hahah emaknya suka sekali bopong, padahal dia udah bisa lari lari. “jangan keluar dulu ya?di wc dlu?” seruku sambil bergegas. dan akhirnya, taraaa di sukses pup di wc.hihi

dan hari keempat, diawali dengan kentutt yang sangat bauu. aq tawari untuk pup dia mau hahhahaa sambil komentar “jijik maa

hal ini berlansung selama dua bulan, kerja keras yang waarbiyassahh qisya. hadiah ulang tahun untuk mama dan papa di bulan juni kemarin, qisya ngasik kado yang luar biasah bagi kami. lulus toilet training. kebetulan ultahku dan suamiku hanya terpaut beberapa hari dibulan yang sama. subhanallah, aku selalu percaya.selama ada niat, tidak ada yang tidak mungkin. toilet trainning adalah pendidikan pertama yang harus ia kuasai untuk bekal ia tumbuh. terima kasih banyak ya Allah, aku selalu mengucap syukur akan hal itu.qisya benar benar lulus toilet training di usia 30 bulan.

konsekuensinya, begitu lepas pospak baik ibu, ayah dan anggota keluarga terdekat harus selalu tanggap. apalagi diluar rumah dan ditempat umum. pengalaman selanjutnya adalah, setiap keluar rumah entah kerumah teman, ketempat umum, enggak bisa jauh dari toilet kwkwkwkw……..but nevermind, EMAKNYA SELALU BERUSAHA MENEMUKAN TOILET!! dan menjadi ALARM SETIAP SAAT!!TELATEN DAN TELITI!!ITU KUNCI UTAMA.

eh iya, soal sprei waterproof …hemat. enggak jadi beli. hihi

salam blogger dari qisya, buat yang lagi toilet training jangan menyerah ya, buat bunda jangan menyerah juga, PASTI BISA!!FIGHTING!

 

nb: sumber pic: s3.amazonaws.com

Iklan

10 thoughts on “Lulus Toilet Training, Bye Bye Pospak or Diapers …syalala

  1. hahahahha aku jd ketawa juga yg bayangin pupnya menggelinding ;p.. jd inget dulu perjuangan toilet training anakku mbak.. tp aku agak nyesel krn telat ngajarinnya… baru mulai pas 2.5 thn.. pdhl anaknya adikku udh dr 1.5 thn diajarin dan sebelum 2 thn udh ga pake popok.. aku pgn gitu juga nih yg anak kedua nanti… lebih cepet bisanya, lbh cepet budget popok dihilangkan ;p lumayan kan bisa nambah2 uang traveling emaknya ;p

    Suka

    • hahhaa bener banget mbak, yang bkin happy emaknya itu “hilangnya budget buat beli pospak. kerasa banget tiap bulan”. mulai di usia msh 2,5 udah lumayan lho mbak. dilingkunganq masih banyak yang udah masuk paud/tk (usia 4th/5thn) msih ngompol bahkan kalo malam atau keluar rumah masih makek pospak. srius, cerita sendiri orangnya.

      Suka

  2. Hal yang selalu bikin heboh pas anak baru lepas pospak memang nyari toilet. Apalagi kalo ditempat umum, sering kuatir kena macet lah, antrian toilet panjang, dsb. Anakku sendiri tempo hari pas udah lepas pospak sempat kena isk, sepertinya karna beberapa kali pas di tempat umum minta ke toilet pas injury time kok ya pas antri toiletnya. Jadinya musti nahan beberapa kali mungkin ya

    Suka

    • waduh, terus gimana bunda?! itu juga yang aku takutkan kadang kadang, kasihan kalau dia smapai nahan. pernah sekali karena gak nemu nemu pom bensin pas perjalanan. aq paksa dia pipis di kresek hahaha enggak mau. akhirnya dithan sampai nemu pom bensin.sampai sekarang kalau kemana mana aku pastikan ada toilet dulu hihihi atau pipis dlu sebelum keluar. enggak jarang loh aq harus balik kerumah begitu ditengah jalan 😦

      salam kenal yah

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s