Qisya third birthday, eksis mandiri ^-^

 

images

Source:googleimage

Selamat malam,
Mumpung agak santai nih ya, sudah hampir sepekan ingin menulis sesuatu di blog ini terkait dengan qisya, namun setiap malam begitu si kecil bubugh mamanya ikut terlelap juga, pas buka mata udah keburu subuh, dan ditunggu seabrek rutinitas.

Anyway, kali ini nyempetin sebentar, mumpung mata masih kuat melek. hehe
Momentnya tepat lagi, December sejuk. Alhamdulilah, anakku kini sudah genap usia tiga tahun malah udah lebih sepekan kekekkeke…subhanallah, dia tumbuh dengan cepat dan lucu. Gak terasa pingin nangis rasanya kalau ingat pas mau melahirkan, sekarang anak nya udah lari lari gak karuan, dan yang lebih bikin haru lagi, udah masuk playgroups kwkwkwk… homeschooling nya cuma bertahan setahun ternyata, si kecil qisya menuntut untuk punya teman. Jangan ada yang bilang minta adik lho ya kwkwkwk


Tepat di usianya yang ketiga qisya kecil udah mulai ngerti yang namanya ulang tahun, sejak bulan lalu ia sudah merengek minta ulang tahun karena menerima banyak undangan dari tetangga sekitar maupun teman – temannya. Namun aku selalu menjawabnya “Sabar ya dek, belum waktunya” dan begitu memasuki bulan desember, kami pun menyiapkan kejutan sederhana untuknya. Seperti yang ia minta kue ulang tahun.

Selamat ulang tahun yang ketiga qisya, Semoga selalu tumbuh sehat , selalu diberi keriangan hati, keberuntungan dan kebahagiaan serta masa depan yang cerah. Doa mama dan papa selalu menyertaimu nak, semoga engkau menjadi anak yang shalihah dan tumbuh menjadi anak yang berakhlakul karimah , berbakti kepada orang tua. Wish all the best thing for you my daughter, could be a great woman for yourself, your islam, us ( your parents, your family, and your nation…Hope Allah always protect you, bless you, forever.barakallah fii umrikk

photogrid_1481898634375

Alhamdulilah, selain mama dan papa yang ngasik kejutan . sahabat karibku dan beberapa saudara ngasik kejutan juga, belum lagi banyak untaian doa dari saudara dan teman teman semua. Terima kasih banyak. Amin ya robbal alamin.

Kejutan selanjutnya kembali datang dari allah swt berkat doa qisya sendiri, sudah lama ia merengek minta ke malang naik bis seperti tahun lalu, haha kali ini kejutannya datang dari papa, insyaallah bulan januari bakal liburan ke malang lagi. Semoga gak ada halangan dan bisa berjalan lancar ya allah, agar bisa terealisasi. Lihat semangatnya qisya bikin enggak tega kalau sampai gagal kwkwkwkwk semoga akan berjalan lancar.amin.

Di usianya yang mencapai 3 tahun ini, banyak perubahan dalam pertumbuhannya yang bikin mama takjub. Subhanallah….anugraah yang tiada banding. Semoga kami bisa mengemban menjadi orang tua yang amanah ya Allah. Qisya sudah bisa mengaji, sholat meski blm sempurna dan suka bernyanyi. Mulai banyak bicara, berkomentar, bereksplorasi , meniru dan lebih eksis mandiri dan mulai suka bermain bersama teman – temannya.

Yah…..kami menamainya eksis mandiri.dia selalu bilang “qica bica mama”. Aku sendiri juga merasa yakin bahwa ini hasil dari homeschooling kami selama ini. Pendidikan karakter jauh lebih penting dari teori meski tak jarang juga kami tetap memberi kan teori padanya terutama dalam hal mengenal alquran. Bukan kami menganggap teori tidak penting hanya saja bagi usianya belum tepat. Maka kami memberikan materi – materi ringan sebagai pengenalan.

Qisya lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri disamping kegiatan belajar dan bermainnya sehari – hari. Makan sendiri, mandi sendiri, gosok gigi sendiri bahkan mengambil pasta di sikatnya harus ia lakukan sendiri, kalau dibantu ia akan menangis dan bikin heboh kamar mandi, memakai pakaian sendiri , berjalan sendiri tanpa mau digendong, memilih pakaian sendiri dan suka sekali ikut turut serta dalam kegiatan rumah yang dilakukan mama , papa, dan neneknya. Kadang lucu sekali dan kami membiarkannya untuk melatih kemandiriannya namun kadang ketika waktu sangat mendesak justru menjadi sesuatu yang bikin kami kewalahan dan gak sabar kwkwkwk….amazing growth!semoga kemandirianmu sampai dewasa kelak nak, menjadi mandiri itu bagus. Dan kami selalu berusaha menghargai pendapat nya.

Ia suka terlibat dengan kegiatan yang kami lakukan, bekerja, memasak, bercocok tanam, olahraga, menulis, menonton, membaca, bermain dan lain sebagainya, seperti saat ini ia turut serta ikut mama kerja setelah pulang dari sekolah. Selalu ingin mencoba sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa, namun tak jarang juga kalau lagi usil dan jahil ia benar – benar menggoda emosi dan iman kwkwkwk… semoga kami selalu diberi kesabaran. Bagaimanapun itu adalah bagian dari tumbuh kembangnya. Meski tak jarang kadang kami pun marah dibuatnya. Terkadang ego nya sangat tinggi dan susah untuk dibilangi, dia hanya ingin mencoba, mencoba dan selalu mencoba hal – hal disekitarnya.

photogrid_1481898742461

Yang lebih serius… hampir dua bulan sejak bulan agustus qisya kecil mulai rewel minta sekolah, pasca banyak saudara sepermainannya mulai masuk sekolah , dia mulai bosan hanya bermain dirumah, ia mulai merengek minta ikut sekolah. Bagi aku dan suami, itu kami anggap hanya keinginan belaka, disamping usianya yang masih belum genap tiga tahun, kami sudah sepakat mengHS ( homeschool ) qisya sampai ia siap masuk TK A. Akhirnya sebagai solusi, aku membawanya bekerja karena kebetulan di tempat kerja ku tidak masalah membawa anak, selain tempatnya compatible, dia bisa bebas bermain sambil aku awasi, dan tidak mengganggu pekerjaanku. Namun hanya bertahan seminggu, lagi lagi ia protes “gak ada temen – temen, Mama. Gak ada ayunan “ dan menangis. *bikin mama garuk – garuk kepala . 

Akhirnya aku dan pak misua mulai serius menanggapi keinginannya apalagi ketika rewelnya mulai tidak terkontrol, bahkan nenek nya sampai kewalahan, bikin mama kewalahan enggak tega dan bikin papa nya sering terlambat kerja kwkwkkw. Pak suami mulai bicara “Mari coba kita hargai keinginannya. Toh keinginan yang positif. Yang penting kita menemukan tempat yang tepat sesuai usianya gak hanya sekedar sekolah ” bahkan dalam hati aku mulai menyalahkan diriku sendiri karena gak bisa full time menemaninya bermain. Masalahnya, sekolah mana yang membuka pendaftaran di akhir tahun begini hhahahaha

Hampir dua minggu survey, Tanya sana sini, browsing dan lain sebagainya sampai akhirnya aku menemukan sebuah playgroups aka kelompok bermain. Jaraknya lumayan sich tapi sekolahnya bagus, dan menggunakan metode sentra. Anak usia segini sukanya kan bermain, eksplorasi dan mencoba banyak hal. Kalau hanya diam dan duduk mendapat teori jelas belum waktunya lah. Akhirnya dapat nomor telepon, bikin janji dan cusss…niatnya mau nanya nanya dulu. Daftarnya tahun depan. Eh ternyata sampai sana qisya awet gak mau diajak pulang kwkwkw akhirnya hari itu qisya mendaftar jadi murid baru.

Rutinitas ku berubah total sejak qisya masuk kelompok bermain. Bangun lebih pagi, rempong lebih banyak kwkwkkw tapi subhanallah, semua diluar dugaan. Hanya butuh seminggu qisya beradaptasi, awalnya dia hanya lebih banyak diam, terkadang asyik bermain sendiri dan masih ingin mama nya ikut dalam kelas, setelah sepekan ia mulai mengenal teman – teman nya dan guru – gurunya, dalam satu kelas qisya diasuh oleh tiga guru sekaligus hingga akhirnya ia benar – benar berani tanpa harus ditunggui didalam sekolah, meski begitu ganti neneknya yang gak tega. Dan tetap menunggui qisya diluar sekolah wkkwkwk

Sebulan berlalu, yang membuatku banyak mengucap syukur. Berat badannnya naik pesat. Subhanallah, ia makin suka makan, berat badan bertambah, lebih ceria dan makin mengerti. Menenangkan hati kami bahwa kami tidak memutuskan hal yang salah. Ia makin bahagia dan selalu semangat berangkat ke sekolah, selalu bangun subuh dan tanpa rewel, bercerita mengenai semua mainan disekolah, mengenai kegiatan yang ia lakukan entah itu mandi bola, menanam jagung, mengenal buah, menggambar, bercerita mengenai guru dan teman – temannya. Membuatku rasanya mengharu biru gak karuan. Bahkan rasa percaya dirinya makin kuat, contohnya saja ia berani tampil dihadapan banyak teman – temannya.

img_20161124_175438

Dan hari ini ia kembali menunjukkan apa yang sudah ia pelajari, membuat mataku berkaca – kaca
“Mama, aku lela iclam itu agamaku. Aku lela alloh itu tuhanku. Mama qica cayang alloh” Allahu Akbar.

Alhamdulilah, rasa syukur tiada batas selalu kupanjatkan kepada ALLAH Swt. Terima kasih banyak ya ALLAH, berkatMu semua menjadi nyata, rezekiMu yang tiada batas dan tiada terduga, dan sehat kami yang engkau berkahi, Ilmu yang manfaat . Semoga selalu dan selamanya amin.jadikan anak kami anak yang shalihah, semoga Allah selalu melindunginya.

Anak, meski masih kecil usia mereka, mereka selalu tahu dan mengerti, mari berusaha menghargai pendapat anak – anak kita. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang mampu memahami anak – anak kita, amin ya robbal alamin. Barakallahu.

Iklan