Jangan Sepelekan Gigi Berlubang ( Pengalaman Mulai Perawatan Saluran Akar (edodontik) hingga Cabut Gigi )

sourcepic: colourbox.com

sourcepic: colourbox.com

Diawali dengan judul diatas mungkin sudah bisa menjelaskan apa yang akan saya share di blog kali ini, yak tentang pengalaman seputar gigi yang telah saya alami. Sebagai prolog nya, cukup dengan kalimat. Jangan sepelekan gigi berlubang!!! Gigi adalah salah satu anugrah penting dalam tubuh kita. Jika kita merasa bahwa gigi hanya merupakan bagian kecil dari tubuh kita itu adalah hal yang salah, gigi adalah jaringan terkeras melebihi tulang kita sendiri. Itu faktanya. Jika kita mengabaikan kesehatan gigi, gigi akan mengalami kerusakan entah dalam proses yang cepat maupun lama. Gigi yang bermasalah atau mengalami kerusakan akan mengakibatkan sakit yang tak tertahankan di seluruh tubuh. Karena didalam gigi terdapat lapisan – lapisan tempat berkumpulnya banyak pembuluh darah dan saraf.

Yak, sejak kecil saya memiliki masalah dengan gigi saya, kurangnya control terhadap kesehatan gigi dan banyaknya makanan manis nan lengket yang selalu saya konsumsi membuat gigi saya bermasalah. Ketika duduk dibangku kuliah dan bekerja saya mulai sadar apa arti kesehatan gigi, sehingga saya pun mulai memperhatikan itupun diawali dengan rasa sakit yang tak tertahankan, ngilu dan nyut nyutan yang sakitnya tidak bisa saya jelaskan pada gigi geraham saya yang berlubang parah lima tahun yang lalu. Bagi yang pernah mengalami sakit gigi pasti akan bisa membayangkan bagaimana rasanya….

Ketika sakit muncul baru ke dokter gigi, apalagi kalau dengan modal anggapan ke dokter gigi selalu berujung dicabut.  itu yang dulu saya lakukan. Ketika sakitnya sudah hebat sekali, bahkan semua dokter gigi saya datangi untuk mendapatkan obat termanjur karena sakit gigi saya sudah tidak mempan kalau hanya diberi obat sekelas asame fenamat dan amoxilin. Itu artinya tingkat sakit saya sudah sangat parah sekali  hingga saya menemukan dokter gigi swasta dengan obat yang mujarab mengatasi sakit saya saat itu, namun saya belum sepenuhnya senang karena bagi saya saat itu biayanya muahalll sekaliiii………nah kan sudah bisa ditebak kelanjutannya, tekorr pekara satu gigi, ini salah satu dampak nya juga. Sudah, jangan remehin gigi berlubang!!jangan ke dokter nunggu sakit gigi, teman – teman. Seriuss!!

Ok, lanjut! Nah begitu sampai ke dokter gigi andalan saya tersebut, saya mengerti banyak hal. Beliau dengan sabar memberikan penjelasan panjang kali lebar, ditambah saya mulai browsing – browsing solusi cara mengatasi gigi berlubang saya. Terus terang,  tindakan pencabutan gigi adalah hal yang paling saya takuti dan ternyata didalam kedokteran gigi, tidak semua gigi berlubang harus dicabut.kalau memang masih bisa dipertahankan maka harus dipertahankan karena mencabut gigi juga memiliki banyak dampak yang tidak baik untuk struktur gigi kita. Saya pun tersenyum lega saat itu, dan memutuskan untuk mempertahankan gigi geraham saya. Banyak cerita dari sana sini kalau mencabut gigi di usia dewasa bisa berakibat fatal. Setelah memeriksa kondisi  gigi saya yang meski berlubang namun berdiri kokoh, dokter gigi  pun setuju akan keputusan saya untuk dipertahankan.

Beliau menjelaskan, kalau kerusakan pada gigi geraham saya sudah mencapai pulpa (struktur terdalam gigi yang penuh dengan sel saraf yang sensitif terhadap rangsang ) , beliau juga mengatakan didalam saraf pulpa terdapat gas yang dihasilkan kuman dan itu yang membuat ransang sakit. Kemungkinan besar saya mengalami radang di saraf gigi yang dikenal dengan pulpitis akut.

Untuk mempertahankan gigi geraham saya maka bisa dilakukan dengan melakukan Perawatan Saluran Akar ( PSA ) atau yang dikenal dengan terapi edodontik dalam dunia kedokteran gigi. Namun sebelum melakukan Perawatan Saluran akar gigi harus dipastikan dalam kondisi tidak sakit, sehingga dokter gigi akan memberikan obat analgesic dan antibiotic kadang juga disertai dengan obat anti inflamasi agar sakit gigi sembuh terlebih dahulu.

Perawatan Saluran Akar ( Root Canal Treatment ) adalah perawatan yang dilakukan dengan mengangkat jaringan pulpa yang telah terinfeksi dari kamar pulpa dan saluran akar, kemudian diisi padat oleh bahan pengisi saluran akar agar tidak terjadi kelainan lebih lanjut atau infeksi ulang.

Perawatan saluran akar tidak bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan , melainkan bisa sampai 4 atau 5 kali kunjungan dan dilakukan dalam beberapa tahap. Selain siapkan mental siapkan juga biaya yang akan dikeluarkan dalam setiap kunjungan. Bikin nangis liat tabungan abis terkuras. *mewek

tahapan – tahapan PSA adalah  seperti berikut :

tahapan-psa

Tahap 1
Mahkota gigi di-bur untuk mendapatkan jalan masuk ke kamar pulpa. Semua tambalan dan jaringan rusak pada gigi (karies) dibuang.

Tahap 2
Pulpa dikeluarkan dari kamar pulpa dan saluran akar. Suatu instrumen kecil yang disebut “file” digunakan untuk membersihkan saluran akar. Gigi ditutup dengan tambalan sementara untuk melindungi kamar pulpa dan saluran akar agar tetap bersih. Tambalan sementara akan dibongkar pada kunjungan selanjutnya.

Tahap 3
Saluran akar diisi dan dibuat kedap dengan suatu bahan yang mencegah bakteri masuk. Kamar pulpa sampai dengan permukaan mahkota gigi ditutup dengan tambalan sementara.

Tahap 4
Tambalan sementara dibongkar dan diganti dengan tambalan permanen.

Tahap 5
Saluran akar, tambalan tetap, atau “crown” dievaluasi untuk melihat ada/tidaknya masalah. Setelah PSA selesai, gigi akan disuplai nutrisinya oleh tulang dan gusi di sekitarnya.

Dan perawatan saluran akar saya bertahan lima tahun, hingga pertengahan 2016 kemarin tambalan permanennya pecah dan lepas. Namun tidak menimbulkan rasa sakit. Keteledoran saya, begitu tambalannya lepas, saya tidak segera control ke dokter gigi, beberapa waktu setelah lepas tambalan muncul hal yang justru makin membuat saya khawatir, yakni ditengah gigi saya yang berlubang muncul dua gumpal daging kecil nan lunak yang disebut Polip, terkadang mengeluarkan darah, kejadian ini masih juga belum membuat saya beranjak ke dokter gigi karena aktivitas yang padat hingga akhinya muncul rasa sakit yang sangat hebat seminggu yang lalu, sakit yang jauh lebih hebat dari lima tahun yang lalu, bahkan membuat air mata ini mengucur deras tanpa terasa, pipi bengkak sebesar bola tenis, tidak bisa tidur disertai dengan nyeri hebat dan rasa nyut – nyut an yang masyaallah, sepertinya sebanding dengan menunggu proses pembukaan melahirkan. Sakitnya tak tertahankan.

Akhirnya saya  kembali ke dokter saya yang lama, seperti yang sudah diduga, dokter tidak akan melakukan tindakan apapun, kecuali memberi obat diclofenax dan antibiotic. Padahal sebelum ke dokter saya juga sudah mengkonsumsi obat anti nyeri dan antibiotic yang aku beli di apotik, akhirnya dokter menaikkan dosis obat dari yang sudah saya konsumsi. Dua hari mengongsumsi obat dari dokter membuat nyeri agak mereda, namun tidak membuat bengkak nya berkurang. Aku hampir merasa hidupku bergantung obat, begitu obat hilang reaksi sakit kembali menyiksa. Oh Tuhan, ampun rasanya. Luar biasa. Satu gigi yang sakit sekujur tubuh berbaring tak berdaya. Bahkan obat kumur herbal yang diresepkan teman pun ku coba, merebus daun kismis yang kemudian airnya digunakan sebagai obat kumur dicampur dengan garam sedikit.

Bengkak mereda di hari ke empat, saya menunda waktu ke dokter gigi hingga dua hari kedepan, memastikan bengkak benar – benar mereda dan tidak ada sakit yang tertinggal serasa memikirkan solusi mana yang akan saya pilih. Dokter gigi memberi tiga opsi pilihan :

  1. Karena kerusakannya cukup parah makan gigi saya punya hak untuk dicabut kwkwkwkw kemudian diganti dengan gigi tiruan
  2. Mencabut gigi berarti akan merubah struktur gigi asli, maka jika ingin mempertahankan bisa tetap melakukan PSA dan pembuatan crown gigi, namun dokter tidak bisa menjamin apakah suatu saat nanti akan sakit lagi atau tidak. Bagaimanapun manusia hanya bisa berusaha
  3. Mencabut gigi dan melakukan implant gigi yang biayanya bisa buat beli sepeda motor baru dan saya mundur teratur.

Akhirnya, keputusan final saya adalah dicabut. Cukup dicabut dulu saja, entah nanti diganti gigi tiruan atau tidak urusan belakangan, yang penting sumber sakitnya teratasi, karena semakin saya pelajari  berusaha mempertahankan gigi berlubang juga tidak baik, karena bisa menjadi akses penyakit ke organ tubuh yang lain.

Setelah mengumpulkan keberanian, saya benar – benar mantaf untuk melaksanakan proses cabut gigi, buat man teman semua sebelum proses cabut gigi pastikan mental anda siap dan sudah makan banyak. Dan eng ing eng, saya melakukan proses cabut gigi dengan durasi waktu 1,5 jam. Dan bagi dokter gigi itu proses yang sangat lama, kenapa proses nya lama?!karena pencabutan gigi saya cukup susah. Dokter mengatakan gigi yang mengalami perawatan PSA akan menjadi kuat dan menempel  rekat dengan tulang sehingga cukup membuat kesulitan dalam proses pencabutan gigi, apalagi disertai jika gigi patah. Dalam kondisi saya, gigi saya patah dalam congkelan pertama. Prosesnya cukup membuat saya ngeri ngeri gak jelas bahkan dokter melakukan bius hingga empat kali sesi, karena akar yang cukup kuat sangat membuat kesulitan pencabutan gigi dan membuat saya masih merasakan sakit ketika proses dicabut.

Saya sangat bersyukur ketika akhirnya kedua akar terangkat, kemudian saya benar – benar mematuhi instruksi dokter pasca pencabutan gigi agar tidak mendatangkan masalah lebih lanjut, sakit sudah pasti , namun saya berani mengatakan sakit cabut gigi tidak seburuk sakit gigi itu sendiri. Dan selanjutnya yang saya lakukan adalah proses pemulihan pasca pencabutan gigi.

 berikut beberapa instruksi  yang wajib dipatuhi pasca proses pencabutan gigi :

  • Gigit kasa yang diberikan dokter selama minimal 1 jam. Biasanya setelah cabut gigi, dokter gigi memberikan cadangan kasa sehingga apabila kasa sudah basah penuh darah bisa diganti dengan kasa baru. Jika lebih dari satu jam masih ada perdarahan, ganti dengan kasa baru secara berkala sampai pendarahan benar – benar berhenti.
  • Segera minum obat yang telah diberikan oleh dokter gigi. Biasanya diresepkan antibiotik yang harus dihabiskan dan antinyeri untuk meredakan nyeri pasca pencabutan. Biasanya setelah pengaruh anestesi hilang, gusi bekas gigi akan terasa sakit dan nyeri.
  • Makan atau minum yang dingin-dingin bisa mempercepat berhentinya darah. Semua berbahan es, entah es batu , es krim, pudding dingin, bubur dingin dan lain sebagainya.
  • Kompres dingin untuk menghindari pembengkakan. Setelah sampai rumah saya lansung mengompres area pipi bekas pencabutan sehingga meski sakit tidak mengalami pembengkakan seperti yang saya khawatirkan sebelumnya
  • Tidak Boleh Berkumur dan membuang ludah minimal 24 jam pasca pencabutan. Setelah proses gigi dicabut, akan muncul pembekuan darah untuk menutup lubang bekas cabut gigi, sehingga jika kita gunakan untuk berkumur atau meludah maka dikhawatirkan akan membuat bekuan darah terlepas dan akan terjadi pendarahan ulang
  • Tidak boleh minum dengan sedotan karena dikhawatirkan juga akan membuat tekanan yang akan membuat bekuan darah terlepas
  • Dihari kedua boleh berkumur pelan sekali dengan larutan air dan garam
  • Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi
  • Jika sakit berlanjut melebihi tiga hari segera hubungi dokter gigi.

Semua instruksi tersebut insyaallah telah saya lakukan, dan sekarang juga sedang proses pemulihan hehe, jadi sekarang, jika teman – teman mengalami kasus yang sama , bisa difikirkan kira kira solusi apa yang akan segera man – teman pilih, mempertahankan ataukah mencabut gigi, jangan sampai salah memutuskan ya. Yang pasti adalah, jangan remehkan gigi berlubang!! Ini juga menjadi pelajaran penting bagi saya pribadi, dan mari rawat gigi anak – anak kita sebaik mungkin, agar mereka terhindar dari masalah gigi. Cukup dulu share nya yah, semoga berkenan.

sebelum menulis posting ini saya juga membaca beberapa referensi dan menyerap beberapa informasi dari sana, jika ingin mengetahui lebih lanjut dan mungkin postingan saya kurang jelas serta wujud terima kasih saya karena sudah banyak membantu saya dalam memutuskan banyak hal terkait gigi hehe , berikut saya sertakan sumber referensi saya :

salam ummuqisya

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

9 thoughts on “Jangan Sepelekan Gigi Berlubang ( Pengalaman Mulai Perawatan Saluran Akar (edodontik) hingga Cabut Gigi )

  1. Mba, sumpah aku ngiluuuu baca ini.. Aku tuh pernah ngalamin gigi banyak harus dicabut pas msh Sd kls 5 krn gigiku super berantakan, jarang trs ada yg dempet.. Solusinya hrs pake bahel.. Tp sebelum pake, gigi2 hrs dirapihin. Gigi yg numpuk hrs dicabut, mau ga mau. Nah itu ntah berapa gigi yg hrs aku rasain cabut, trs mana udh gigi tetal pula. Udh puas lah aku ngerasain bius suntik yg bntuknya gede itu.. Trs ngalamin ngilu dan nyeri pas bius udh ilang.. Sejak itu mba, aku bener2 ga mau ngerasain sakit gigi.. Makanya bisa dibilang aku fanatik gosok gigi abis makan :D. Saking traumanya gigi hrs dicabut itu..

    Suka

    • aduh, kalo kejadian masih kecil gitu bikin trauma berat ya bunda. aku aja udah segede gni bikin trauma. sekarang baru fanatik terutama kepada anak hahhaha…. benar benar aq protektif in gigi anakku, suamiku dan aku sendiri. satu gigi udah bikin sakit sekujur badan.

      Suka

  2. Saya pernah mengalami kasus seperti itu. Sebelumnya sudah bolak-balik ke dokter gigi. Tapi tambalan yang katanya sudah permanen terlepas. Entah sudah berapa kali. Akhirnya saya biarkan. Jadinya muncul polip. Beneran sakit banget. Dua kali mau cabut gigi ditolak dokternya gara-gara saya masih kesakitan. Ketiga kalinya dengan dokter yang berbeda, berhasil mencabut gigi saya.

    Suka

  3. Saya sering banget ada masalah ama gigi..bolak balik ke dentis gegara gigi berlubang..karena saya suka banget minum es sehabis makan yang panas kayak bakso, misop gitu,..rusaknya diisitu kata dokter 🙂 TFS mbak 😉

    Suka

  4. Saya juga kebetulan baru ngerasain gigi lubang sampai di pulpa dan rasanya nyut2an memang.karna saya tau efek2nya dari kedua tindakan tsb saya jdi galau.
    Enaknya pilih yang mana ya ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s