[Qisya On Vacation ] Masjid Turen & Kota Batu Part II

jatimparkII

Ini malam ketiga long weekend ku, setelah beberapa pekan tidak mendapat libur yang sebenarnya, anakku yang imut sudah tidur sejak pukul 18.00 tadi, karena seharian enggak tidur sama sekali, tumben – tumbenan ajah, aku anggap rezeki karena akhirnya aku punya banyak waktu didepan layar sebelum kantuk benar – benar menyerang. Jadi keinget blog tersayangku yang udah lama vakum  postingan hihi, yess mari menulis, kali ini aku awali dengan menulis moment saat qisya berlibur kedua kalinya di kota Batu yang sejuk, meski liburannya sudah terlewat jauh tak masalah ya baru bisa berbagi cerita sekarang, sepulang dari liburan januari kemarin, aktivitas padat merayap , tiap mau ngeblog di tengah malam udah kalah telak ama kantuk hebat haha. dannnnn, this my time. *ketip mata

Alhamdulilah, keinginan putri kecilku untuk kembali mengunjungi kota apel terwujud, setelah pengalaman pertamanya setahun yang lalu ( cerita part 1 disini ), sekembali dari sana hampir tiap  mau tidur ia selalu berkata “mama ayo naik bis lagi “ , “mama ayo ke malang lagi” dst. Aku menganggap perkaatannya itu adalah sebuah doa dan harapan dan selalu aku aminkan. “ amin, semoga ya nak kita akan kesana lagi karena masih ada tempat yang belum kamu kunjungi” , Allah yang maha mendengar mengabulkan harapan qisya kecil hihi meski diawal niat kami ingin mengajaknya berlibur hanya naik kereta api ke kota jember ternyata Allah ngasik lebih, karena budget liburan tidak sedikit kawan kawan makanya diawal niat kami hanya mencari yang terdekat kwkwkwkw.

diwaktu dan bulan yang sama alhamdulilah kami bisa membawanya kembali ke kota Malang dengan edisi liburan. Kota yang sama destinasi berbeda, tentu saja membuat kami senang bukan kepalang karena kami bisa melengkapi liburan qisya ketempat yang berbeda dari sebelumnya, kami berangkat disaat yang sama seperti tahun lalu, di waktu liburan imlek bulan januari awal tahun. Kali ini ikut kantor papa yahh meski untuk qisya dan mama kami harus menguras kocek pribadi, karena yang dapat jatah cuma papa doank  kwkwkwkw demi qisya mau gak mau tanggal tua liburan saat itu haha. Qisya kembali melakukan wisata edukasi di Kota Malang.

Tujuan pertama kami adalah masjid Tiban Turen yang terkenal karena dibangun oleh jin dan tiba – tiba muncul dalam semalam, namun hal itu ditepis oleh seluruh pihak penghuni masjid karena sebenarnya, masjid ini adalah bagian dari pondok pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. masjid 10 lantai yang terletak di kecamatan turen malang ini memang terbilang unik, terletak jauh di pelosok kota malang dengan lokasi yang cukup sempit, namun menakjubkan karena bisa berdiri megah. Sebelum masuk kesana kami membersihkan diri di rumah – rumah penduduk yang mengambil bisnis menyewakan kamar mandi, listrik dan air. Kami menggunakan salah satu rumah penduduk dengan kamar – mandi yang super duper banyak bahkan hampir sebagian besar isi rumah dan halaman adalah kamar mandi. Orangnya mah tinggal duduk manis jadi kasir hihihihi, setelah membersihkan diri baru deh kita jalan – jalan, sarapan dulu tentunya.

Sebelum masuk kearea masjid kami akan melewati gang selebar mungkin hanya dua meter yang kiri kanan dipenuhi oleh kios kios toko pakaian, oleh – oleh dan makanan cepat saji segala macam. Dan yang paling banyak adalah menu bakso dan pentol krikil khas malang, namun karena cuaca masih pagi saya mencegah misua yang udah hampir hampir kecantol ama itu pentol  besar – besar dan lebih memilih nasi. Maklum penggemar bakso bianget orangnya.

Pintu gerbang masjid menjulang tinggi dengan menara, namun lebarnya hanya cukup dilalui oleh satu mobil, dan memasuki area masjid kami harus melepas sandal dan membawanya dengan kantong plastic karena tidak ada tempat penitipan sandal, namun banyak yang berjualan kantong plastic alias kresek seharga 500 rupiah perbiji.

Sesampai didalam cukup memukau teman – teman, dengan ornamen keramik dan marmer yang menempel disetiap dindingnya berwarna biru cerah dipadu warna putih yang bersih, dengan bertuliskan lafazh – lafazh Alquran. Diatas pintu masuk juga terdapat ornamen berwarna emas membentuk kubah kubah dan yang bikin pangling, didalam area masjid ternyata sangat luas dan menjulang tinggi keatas. Kami disambut dengan etalase berisi foto – foto tokoh atau public figur terkenal yang pernah berkunjung ke masjid di sebelah kiri, dan beberapa pernak pernik cindera mata khas masjid, disisi kanan terdapat aquarium – aquarium dengan furniture – furniture kayu yang bisa digunakan untuk sekedar duduk atau berfoto. Qisya tentu saja lansung tertarik dengan ikan – ikan didalam aquarium kaca.

lorong masjid turen

Disayap kiri, kami menemukan lorong yang masih gelap, ternyata sebagian sisi masjid ada bangunan yang belum terselesaikan, dan sangat gelap yakni lorong yang ternyata kearah kamar mandi, kami sempat mengambil foto namun tidak begitu jelas alias blur, daripada kesana kami memilih berbelok dan berjalan lurus menuju lorong turunan yang terang benderang, dengan lantai berwarna kunyit cerah yang luas dan dinding – dinding kiri kanan yang khas dan indah seperti di kota kota yunani kuno, anggap ajah kita lagi di mesir atau yunani haha bagian plafonnya juga indah dengan ukiran ukiran keramik dan batu. Kami mengagumi arsitektur masjid inih. Perpaduan arsitektur bergaya yunani, turki dan timur tengah jadi semakin terasa. Qisya juga senang sekali dan berlari bebas sepanjang lorong dan menjadikan lantainya yang temurun sebagai tempat perosotan. Ia hampir berlari kesana kemari dengan bebas membuat ku dan papanya kelabakan antara ingin berfoto dan mengawasinya…hehehehe

taman didalam masjid turen

Kemudian kami memasuki area terbuka di sayap kanan, ternyata sebuah taman yang sangat luas dan indah dengan lantai  bermotif anyaman berwarna warni, sebuah taman kolam dengan tanaman – tanaman hijau segar di tengah, tak lupa taman gantung disudut dan sebuah tangga menuju lantai dua, seperti memasuki lobi taman istana . kami lama menghabiskan waktu untuk duduk dan berfoto disana, hingga kami menemukan bagian – bagian bangunan yang belum sepenuhnya sempurna. Ada beberapa bagian yang  terlihat belum terpoles dengan baik, dan memang seperti yang kami dengar masjid ini juga masih dalam proses pengembangan. Untuk menuju lantai selanjutnya aku terpaksa menyerah terlebih dahulu karena qisya makin gak bisa dipegang. Manut ndoro kecil, keluar dan belanja hahahaha kebetulan ada temen nitip kaos arema.

bagian yang belum selesai

Destinasi kami selanjutnya cukup jauh dari  Turen, kami harus menempuh separo hari untuk sampai di Kota Batu, yak menuju Jatim Park II. Qisya tidur bolak balik disepanjang perjalanan, hanya bangun saat akan makan siang atau sekedar minta minum,mungkin karena suasana dingin kalii ya, sempet kebawa macet karena ada gangguan di kendaraan, akhirnya banyak jepretan yang enggak jelas tapi cukup menarik menambah koleksi foto kami tentang kota malang.

Kami memasuki kawasan jatimpark II menjelang duhur, akhirnya memutuskan ishoma didalam jatimpark II. Aku yang pernah menjelajahi jatimpark II sudah pesimis bahwa kami tidak dapat membawa qisya mengeksplorasi semua tempat karena waktu yang sudah mepet ke sore hari. Namun sebisa mungkin ku usahakan sedikit – sedikit namun tereksplorasi semua tempat. Emaknya semangat bener pokoknya. Kwkwkkwk qisya udah antusias duluan pas ngeliat patung gajah dan kodok besar – besar *ngekek…

Seperti pada umumnya, kami antri tiket terlebih dahulu yang panjangnya bikin aku ma qisya bete nungguin papa nya. Begitu dapat tiket, kami lansung masuk dan seperti yang sudah kuduga, anakku antusias sekali, begitu kami memasuki area binatang yang diawali dengan kelompok tikus raksasa, haha mungkin hanya aku jelaskan lewat foto yah, yang pasti ia bisa melihat dengan jelas dan jarak dekat semua macam binatang mulai dari binatang reptile, unggas, insecta, sea world , binatang buas seperti singa , macan dan lain sebagainya. Ketika tahun lalu aku mengajaknya ke Prigen, di pasuruan ia hanya melihat banyak binatang dari dalam bis, kali ini ganti ia yang berkelana dan mendekati banyak binatang di kandang – kandangnya, kami bergantian menggendongnya namun ia lebih antusias mengeksplorasi tempat dengan berjalan, sambil terus berkomentar, memekik kegirangan dan bertanya apa saja, kami selalu mengabadikan moment juga harus siap menjelaskan apa saja yang ditanyakan oleh nya.

batu secrets zoo

Jatim Park II, merupakan kelanjutan dari tempat wisata Jatim Park I, namun menurut pendapatku, Jatim Park II jauh lebih menarik dan menyenangkan, terlebih lagi untuk anak – anak . di Jatim Park II terbagi menjadi beberapa lahan  wisata dengan nama dan karakteristiknya, ada Batu Secret Zoo  yang  didalamnya memiliki koleksi satwa sesuai dengan spesiesnya masing – masing ada kelompok reptile, inseqtarium, aquarium sea world, tiger land, birth land, didalamnya juga terdapat berbagai replika kehidupan di negara – negara afrika, amerika , eropa beserta replika penduduk dan satwanya.

Selanjutnya ada Fantasy Land yang berisi berbagai wahana bermain yang menyenangkan bagi anak – anak, mulai dari wanaha permainan, wahana kolam renang, wahana kereta keliling ke lima benua, horror house, farmer land dan lain sebagainya, kami pun tak ketinggalan untuk menggunakan kesempatan untuk mencoba wahana satu persatu, mumpung sudah disana kan.

Selanjutnya petualangan dilanjutkan istana semut, istana kapal nabi nuh , dan yang paling besar dan menjadi akhir perjalanan kami adalah museum satwa dengan berbagai macam koleksi dan eksiklopedi tentang satwa. Didalam juga tersedia  fasilitas umum seperti tempat ibadah, kafe, kios, restaurant, hotel pohon, dan toko souvenir atau oleh oleh khas jatim park II. Hanya yang menjadi masukan, semoga pihak jatimpark menambah fasilitas tempat ibadah seperti masjid, karena melihat banyak nya pengunjung apalagi masa liburan, masjidnya seperti terlalu sesak karena menampung banyak orang, hehehhe just advice sich. Hampir pukul lima sore kami keluar dari wahana jatimpark II diiringi dengan hujan deras, namun yang kami ucap adalah rasa syukur alhamdulillah, melihat anak kami yang sangat senang berlibur disana, hujan baru turun ketika kami sudah didalam kendaraan, subhanallah… fabbi ayyi alla irrobikumma tukadzibaan.

Sepanjang perjalanan pulang dari jatimpark II, hujan deras terus turun, bahkan kami baru makan malam di rumah makan Bromo Pasuruan yang selalu menjadi langganan para traveller untuk singgah makan di malam hari, Pia Bromo nya recomended banget bagi para penyuka kue pia. ya berbeda seperti liburan kami tahun lalu, kali ini kami tidak menginap di hotel, menginapnya di hotel bandung alias ban glundung kwkwkwkkw….

Qisya selalu semangat menceritakan liburannya di kota Batu, Malang. dia benar – benar merekam perjalanan dan apa yang dilihatnya disana dengan baik, apalagi ketika melihat video rekaman – rekaman yang kami ambil selama disana. she was very happy. membuatnya tahu bahwa jauh diluar rumahnya masih banyak hal yang patut ia lihat dan ia pelajari, tentang alam dan kreativitas sebagai manusia dan tentang segala ciptaan Allah Swt. bagi para sobat cyber yang belum pernah mengunjungi kota jawa timur,  kota Malang menjadi tempat yang recomended untuk membawa buah hati dan keluarga belajar sambil berlibur. dan sepertinya, Enough for malang, selanjutnya semoga kami bisa membawa nya mengunjungi tempat – tempat menyenangkan di kota – kota lainnya karena belajar tidak cukup hanya di rumah saja.

nb: nulisnya tengah malam, uploadnya keesokan harinya, kendala paketan habis ditengah malam ekkekeke…so sorry.

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “[Qisya On Vacation ] Masjid Turen & Kota Batu Part II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s