Playing with nature, First Outbond Qisya di Wisata Hutan Pinus

“nature is the best playground”

Bagiku quote tersebut benar adanya. Alam mengajarkan kita banyak hal saat kita menjadi dewasa terlebih lagi saat masa kanak kanak. dan alam adalah tempat bermain sekaligus belajar yang terbaik.

Beberapa waktu yang lalu dengan sengaja saya mengikutsertakan qisya yang saat itu berusia 3,2 tahun dalam acara rekreasi outbond yang diselenggarakan sekolahnya dalam rangka perpisahan untuk murid – murid TK, tentu saja dengan mama sebagai pendampingnya turut serta.

Hal yang menjadi motivasi adalah agar ia pun merasakan bagaimana bermain dengan alam. Teringat masa kecil saya yang sangat identik dengan alam, sungai, tumpukan jerami, persawahan dan lain sebagainya dimana saat ini sudah jarang untuk ditemui, terlebih oleh Qisya. Dengan motivasi tersebut membuat saya semangat untuk mengikutsertakannya. Kegiatan Outbond ini diselenggarakan di wisata alam pohon pinus didaerah songgon, banyuwangi selatan, yang baru – baru ini menjadi salah satu tempat destinasi wisata di banyuwangi.

Wisata Pohon Pinus Songgon, merupakan sebuah hutan yang didominasi dengan pohon pinus yang terletak di wilayah kelurahan Sumberbulu kecamatan songgon, Banyuwangi. Banyak yang berujar bahwa letak geografis hutan pinus ini berada di kaki Gunung Raung. Meski jauh dari kota namun tak menyurutkan niat banyak pengunjung untuk sampai ke hutan ini karena fungsi hutan yang dialihkan sebagai spot wisata. Hutan yang penuh dengan hamparan pohon pinus yang menjulang tinggi ini dikreasikan sedemikian menarik untuk menarik para wisatawan meski hanya sekedar foto, makan atau berwisata outbond.

Seperti yang kita ketahui, outbond adalah kegiatan di alam terbuka dengan melakukan berbagai macam permainan yang mampu untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kekompakan dan membangun kerja sama tim sekaligus sebagai media refreshing melepas kepenatan rutinitas sehari – hari. Outbond diperuntukkan untuk berbagai kalangan mulai dewasa, remaja, juga anak – anak termasuk anak usia dini. Outbond memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, diantaranya dapat melatih kemampuannya dalam berinteraksi sosial, melatih motorik dan kemandiriannya, melatihnya memecahkan masalah sederhana dan membuatnya mengenal alam dengan cara – cara yang natural. Atas pertimbangan hal – hal tersebut, maka saya pun enggan untuk melewatkan kesempatan ini untuknya apalagi dilakukan serentak bersama seluruh penghuni sekolah dari kelas playgroup maupun sampai TK Besar.

Kami berangkat bersama rombongan, dan seperti yang sudah kuduga qisya antusias sekali, terlebih lagi ia bisa bersama teman – temannya. Lokasinya cukup jauh dari kota, namun cukup menarik unuk dinikmati. Suasana pedesaan yang alami sangat terasa, apalagi ketika memasuki area hutan yang sejuk, lembab dan penuh dengan pohon pinus yang menjulang tinggi, bahkan sinar matahari seperti enggan menembus kedalam, jadi teringat forbiden forest nya hagrid di harry potter kekekekkeke. Sampai disana seperti biasa, sebelum dimulai nyuri nyuri foto dulu apalagi qisya antusias kesana kemari melihat banyak ayunan, banyak payung dan lampion bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain, rumah pohon, dan berbagai wahana outbond yang bisa digunakan oleh umum hingga kemudian panitia sekolah menyuruh semua berkumpul dan memulai kegiatan outbondnya.

Outbond qisya dimulai dengan pembukaan sambil duduk bersama membuat lingkaran, pengenalan dan sedikit pemanasan dengan bernyanyi, bertepuk tangan, melompat dan membuat kelompok. Qisya sempat rewel tidak mau bergabung melihat para pemandu outbond yang bukan dari pihak sekolah, melainkan kakak – kakak muda yang sudah menjadi pemandu kegiatan kami hari ini. Meski tidak mau bergabung dalam kelompok, setidaknya ia mau berdiri melihat dan memperhatikan. Bagaimanapun namanya masih anak super dini, jadi saya membiarkannya saja hingga kemudian sampai pada kegiatan inti, melakukan banyak permainan outbond.

Para murid playgroup mendapat nama grup kucing, dan mendapat kegiatan pertama fliying fox, melihat teman – temannya membentuk rentetan kereta api qisya mulai tertarik, meski masih berpegangan tangan dengan saya ia mulai mengikuti teman – temannya, mereka diberi kesempatan mencoba fliying fox. Siapa sangka melihat teman – temannya yang berseluncur diatas tali, justru membuatnya ingin mencoba kwkwkwwkwk sumpah, surprise buat mama. Lansung saja kuiyakan, mumpung belum berubah pikiran dan lansung ngomong sama bunda – bunda serta kakak pemandu. Haha yang tadinya sempet rewel gak mau bergabung, malah nyobain fliying fox di games pertama, proud anak mamah kwkwkwk mama nya yang heboh takut dia nangis diatas tali ternyata yess, she was bravery kwkwkkwkwkkw.

Finally, ia mulai menikmati outbond ini, setelah fliying fox, tim kucing kembali membentuk kereta api dan kali ini dia bergabung haha menuju wahana berikutnya, masuk kedalam jaring dengan tiarap kwkwkwkwk saya Cuma bisa menyemangati, terlalu bersemangat malah mamanya liat qisya mulai suka dengan kegiatannnya, kemudian dilanjut dengan berjalan diatas dan diantara tali , berjalan menyusuri tali dengan mata ditutup kain, wah wah anak mama benar benar semangat, meski ibunda guru harus siap siaga memegangi karena ukuran jarak tali terlalu jauh bagi ukuran mereka. Tak henti hentinya dia celoteh, “Mama, qisya berani “. Dua acungan jempol, Nak.

Selanjutnya, berjalan diatas jembatan tali, nah untuk yang ini dengan sangat terpaksa qisya tidak berani saya ikutkan, karena jarak tiap tapak kaki cukup jauh dan terlalu susah untuk qisya. Setelah dibujuk, akhirnya ia tidak merengek untuk ikut karena takut jatuh dan hanya menjadi penonton teman – temannya yang usianya sudah lebih besar dari qisya. Kemudian selanjutnya adalah memanjat tali hingga keatas, dari sini ia mulai capek begitu akan naik malah minta makan dan minum akhirnya enggak jadi deh kwkwkwk kami pun beristirahat. Disela istirahat, dia melihat wahana kereta api, minta naik, bersama satu temannya amira, akhirnya qisya beristirahat sambil bermain kereta api beneran hihi. Setelah puas bermain kereta, lanjut ia berlarian kesana kemari bersama teman – temannya, menikmati tanah lembab, angin segar dan daun daun berserakan, bajunya kotor gak ketulungan, namun saya sudah menyiapkan baju ganti hehe.

Meski masih dalam tahap permainan yang super duper sederhana, namun cukup membuat qisya senang dan mama bangga karena melihat keberaniannya, saya selalu berfikir bahwa percaya diri harus dipupuk sejak dini, dan menjadi modal ia untuk tumbuh mandiri dalam berinteraksi sosial serta belajar mengatasi masalah, Sebagai ibu pun , meski ia masih kecil akan berusaha menanamkan kepercayaan padanya dan selalu menyemangati bahwa dia bisa. dan bagaimanapun alam tetap menjadi sarana belajar yang luar biasa. Barakallahu, semoga anakku tumbuh sehat, menjadi anak yang  solihah, percaya diri, mandiri dan pintar. Aammiin….. .

Salam Blogger.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s